Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan empat kantor kelurahan yang telah selesai direnovasi, yakni Senen, Tanah Tinggi, Semper Barat, dan Sunter Jaya.
Peresmian dilakukan di Kantor Lurah Senen, Jakarta Pusat, Senin. Pramono menegaskan renovasi kantor kelurahan akan terus menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setiap tahun.
“Bagi saya, kantor kelurahan bukan sekadar tempat administrasi, melainkan ujung tombak pemerintahan paling bawah yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, pelayanan yang diberikan harus menjadi yang terbaik,” kata Pramono.
Ia menyebut telah meminta jajaran terkait di lingkungan Pemprov DKI Jakarta agar program perbaikan dan pembaruan kantor kelurahan terus dilanjutkan. Menurutnya, kualitas pelayanan di tingkat kelurahan sangat berpengaruh terhadap wajah pelayanan publik di Jakarta secara keseluruhan.
Pramono berharap kantor kelurahan yang telah diperbarui ini bisa menjadi standar baru pelayanan yang lebih cepat, nyaman, dan benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Revitalisasi gedung kelurahan juga dirancang tidak hanya untuk kebutuhan administrasi, tetapi sebagai pusat layanan terpadu. Fasilitasnya mencakup dukungan untuk kegiatan PAUD, operasional tiga pilar, hingga sarana bagi petugas penanganan prasarana dan sarana umum.
Selain itu, gedung dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti sistem proteksi kebakaran, pengolahan air, listrik cadangan, serta pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi tambahan.
Desain bangunan juga dibuat inklusif dengan adanya lift, akses ramah disabilitas, ruang laktasi, hingga area bermain anak agar lebih nyaman untuk semua kalangan.
Pramono juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pembangunan. Ia berharap peningkatan fasilitas fisik diikuti dengan kualitas pelayanan yang semakin baik.
“Jika masyarakat merasa nyaman, bahkan seperti di rumah sendiri saat datang ke kantor kelurahan, maka pemerintahan di tingkat paling bawah akan berjalan baik. Saya tegaskan, kantor kelurahan bukan sekadar tempat kerja administratif, melainkan pusat pelayanan publik,” kata Pramono.
Sumber: ANTARA