Ini Risiko Pasien Asam Urat Saat Menyantap Hidangan Lebaran

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pakar gizi klinik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta Tirta Prawita Sari mengingatkan bahwa penderita asam urat perlu lebih berhati hati saat menikmati hidangan khas Lebaran yang umumnya tinggi lemak, garam, dan purin.

Ia menjelaskan bahwa beberapa makanan seperti sambal goreng ati, opor, hingga rendang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan serangan gout atau peradangan sendi secara tiba tiba, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.

"Penderita asam urat yang mengonsumsi sambal goreng ati, yang padat purin, rentan mengalami serangan gout (salah satu radang sendi) akut, terutama bila kurang minum air putih," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Tirta juga memaparkan bahwa satu porsi menu Lebaran yang terdiri dari ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, serta beberapa kue seperti nastar dapat mengandung sekitar 1.390 kilokalori. Jumlah tersebut mendekati kebutuhan energi harian sebagian orang dewasa.

Sebagian besar kalori tersebut berasal dari lemak jenuh yang terdapat dalam santan. Selain itu, kandungan natriumnya juga cukup tinggi dan hampir menyentuh batas konsumsi harian yang dianjurkan oleh organisasi kesehatan dunia. Sementara itu, asupan serat dari menu tersebut tergolong rendah.

Kondisi ini membuat tubuh menerima beban yang cukup besar dalam satu waktu. Karbohidrat dari ketupat dan lontong memiliki indeks glikemik tinggi yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Di sisi lain, lemak jenuh dapat memengaruhi kerja insulin, sementara tingginya kandungan garam dapat berdampak pada tekanan darah.

Kurangnya serat dalam menu tersebut juga membuat proses penyerapan nutrisi berlangsung lebih cepat tanpa perlambatan yang berarti. Hal ini dapat memperbesar dampak metabolik yang dirasakan tubuh setelah makan.

Menurut Tirta, pasien dengan riwayat tekanan darah tinggi berpotensi mengalami kenaikan tekanan darah dalam waktu singkat setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan natrium tinggi.

Sementara itu, bagi penderita penyakit ginjal kronis, kondisi ini juga perlu diwaspadai karena asupan garam, fosfor, dan kalium dalam satu kali makan bisa melampaui batas yang dianjurkan dan membebani fungsi ginjal.

Ia menegaskan bahwa kombinasi berbagai zat dalam hidangan Lebaran dapat memberikan tekanan sekaligus pada metabolisme tubuh.

“Satu porsi makan Lebaran itu seperti menekan semua tombol bahaya sekaligus (gula, lemak, garam dan asam urat) dalam satu waktu. Itulah yang membuat risiko metaboliknya sangat nyata, terutama bagi mereka yang sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu," kata Tirta.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka