China Kecam Keras Serangan Israel yang Tewaskan Pemimpin Iran

waktu baca 3 menit

Pembunuhan terhadap para pemimpin Iran serta serangan terhadap sasaran sipil sama sekali tidak dapat diterima,

Beijing (KABARIN) - Pemerintah China menyampaikan kecaman keras terhadap aksi pembunuhan para tokoh Iran serta serangan yang turut menyasar warga sipil oleh Israel. Beijing menilai rangkaian kejadian tersebut hanya memperburuk situasi dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan ini muncul setelah kabar tewasnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani dalam sebuah serangan pada Selasa bersama putranya Morteza Larijani, serta sejumlah pejabat lain termasuk Alireza Bayat yang menjabat sebagai deputi urusan keamanan di sekretariat dewan tersebut.

“China terkejut mendengar kabar tersebut. Pembunuhan terhadap para pemimpin Iran serta serangan terhadap sasaran sipil sama sekali tidak dapat diterima,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa pihaknya telah menewaskan Larijani dalam operasi yang masih berlangsung terhadap Iran. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC Iran juga mengonfirmasi kematian Gholamreza Soleimani yang merupakan komandan pasukan sukarelawan Basij dalam serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam situasi yang semakin memanas, Lin Jian menegaskan bahwa banyak pihak internasional mendorong adanya gencatan senjata segera untuk menghentikan konflik yang meluas. Ia juga meminta semua pihak yang terlibat untuk menghentikan operasi militer agar kawasan tidak semakin jatuh ke dalam kekacauan.

China melalui utusan khususnya untuk Timur Tengah Zhai Jun juga aktif melakukan diplomasi dengan sejumlah negara di kawasan. Zhai diketahui telah bertemu dengan para pejabat dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Mesir, serta menjalin komunikasi dengan perwakilan Dewan Kerja Sama Teluk dan Liga Arab. Ia juga berdiskusi dengan pejabat Qatar untuk membahas situasi terkini di kawasan.

Dalam kunjungan tersebut, Zhai menegaskan posisi China yang mendorong penghentian konflik sebagai langkah utama untuk meredakan krisis. Ia juga menyerukan agar dialog dan jalur diplomasi dijadikan cara utama untuk menyelesaikan perbedaan yang ada.

Ketegangan di kawasan sendiri terus meningkat setelah adanya rangkaian serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang turut menyasar wilayah di Jordan, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang memiliki kehadiran militer Amerika Serikat.

Selain itu, Israel juga dilaporkan memperluas operasi militernya ke Lebanon sejak awal Maret yang menyebabkan ratusan korban jiwa dan ribuan orang terluka, dengan serangan udara yang berfokus di wilayah selatan Lebanon dan pinggiran selatan Beirut.

Di tengah situasi yang terus berkembang, berbagai pihak internasional kini semakin menyoroti pentingnya upaya diplomasi agar konflik tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar di kawasan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka