"Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum DPP PIDP Megawati Soekarnoputri di Istana Negara merupakan hal positif bagi konsolidasi pemerintahan Prabowo-Gibran,"
Jakarta (KABARIN) - Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Negara dinilai membawa sinyal positif bagi upaya memperkuat konsolidasi pemerintahan saat ini.
Menurut pengajar Ilmu Pemerintahan dari Institut Darul Ulum Banyuanyar Achmad Baidowi, momen pertemuan dua tokoh nasional tersebut menunjukkan adanya komunikasi yang baik di antara pemimpin bangsa. Ia menilai hal ini bisa menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas politik dan pemerintahan.
"Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum DPP PIDP Megawati Soekarnoputri di Istana Negara merupakan hal positif bagi konsolidasi pemerintahan Prabowo-Gibran," kata Achmad Baidowi, Pengajar Ilmu Pemerintahan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Ia juga menilai kehadiran Megawati dalam pertemuan tersebut dapat melengkapi momen sebelumnya ketika tidak hadir dalam agenda bersama sejumlah mantan presiden dan wakil presiden. Kehadiran itu dinilai membantu meredakan berbagai spekulasi yang sempat berkembang di publik.
Selain itu, pertemuan ini dianggap mampu memperjelas posisi politik dan membantah anggapan bahwa partai yang dipimpin Megawati akan menjadi penghambat jalannya pemerintahan Prabowo Gibran, terutama setelah sebelumnya muncul perbedaan pandangan terkait sejumlah program pemerintah.
Baidowi menambahkan, komunikasi antara tokoh bangsa seperti ini juga berperan penting dalam menjaga stabilitas nasional, apalagi di tengah dinamika global yang turut mempengaruhi situasi dalam negeri. Ia menilai kestabilan politik menjadi faktor utama agar program pembangunan bisa berjalan optimal.
"Hanya dengan stabilitas pemerintahan yang kuat akan memberikan keleluasaan bagi presiden untuk menyukseskan agenda-agenda pembangunan nasional dan kebangsaan," katanya.
Ia juga menekankan bahwa pertemuan tersebut mencerminkan pentingnya persatuan di atas perbedaan politik. Menurutnya, setelah proses pemilu selesai, semua pihak sebaiknya kembali mengedepankan kerja sama demi kepentingan bersama.
"Perbedaan sikap politik sudah selesai ketika pemilu, selebihnya setelah pemerintahan berjalan maka sekat-sekat politik itu harus dipupus," ujar Baidowi.
Pertemuan antara Prabowo dan Megawati sendiri berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis 19 Maret, dan turut dihadiri oleh Ketua DPR RI Puan Maharani serta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Melalui unggahan di akun resmi Instagram Presiden Prabowo, pertemuan tersebut disebut sebagai bagian dari silaturahmi antar pemimpin bangsa yang digelar menjelang Idulfitri.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa forum pertemuan itu juga menjadi ruang untuk membahas berbagai isu strategis, baik di tingkat nasional maupun global. Presiden disebut ingin mendapatkan pandangan langsung dari para tokoh untuk memperkaya kebijakan pemerintah ke depan.
Sumber: ANTARA