Moskow (KABARIN) - Sejumlah negara di benua Afrika mulai merasakan tekanan pada pasokan bahan bakar seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi rantai distribusi energi global.
Di Zambia, ketersediaan bensin diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 23 hari dengan tingkat konsumsi saat ini. Untuk minyak tanah diproyeksikan bertahan kurang dari 10 hari, sementara bahan bakar penerbangan juga memiliki cadangan terbatas. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengelolaan pasokan yang lebih stabil agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Di Afrika Selatan, kelangkaan solar mulai sering dilaporkan di berbagai stasiun pengisian. Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah seperti diversifikasi sumber pasokan, peningkatan kapasitas penyimpanan minyak, serta percepatan pembangunan infrastruktur energi untuk menjaga ketahanan pasokan.
Di Somalia, lonjakan harga bahan bakar yang signifikan mendorong pemerintah mengeluarkan aturan baru dalam distribusi bensin dan solar. Kebijakan tersebut mencakup pembatasan margin keuntungan bagi penjual, penerapan sanksi bagi pelanggaran, serta pengaturan kenaikan harga agar lebih terkendali.
Sementara itu di Zimbabwe, otoritas energi kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar. Kenaikan terjadi pada bensin dan solar, meskipun pemerintah memastikan bahwa cadangan nasional masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
Di tingkat global, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan agar semua pihak yang terlibat konflik, termasuk Amerika Serikat dan Israel, menghentikan operasi militer untuk mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat berdampak luas.
“Sudah saatnya supremasi hukum mengalahkan hukum kekuatan. Sudah saatnya diplomasi mengalahkan perang,” kata Guterres kepada wartawan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi para pemimpin Uni Eropa.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kelancaran jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
Menurutnya, gangguan berkepanjangan pada jalur tersebut dapat menimbulkan dampak luas tidak hanya bagi kawasan konflik tetapi juga bagi perekonomian global secara keseluruhan.
Sumber: SPU