Jakarta (KABARIN) - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 11.000 tiket Whoosh terjual hingga Kamis (26/3) siang tepatnya hari kelima usai Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Untuk hari ini Kamis, tiket yang terjual itu baru berkisar di angka 11.000 sekian untuk ke berbagai tujuan," kata Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti saat ditemui di Stasiun KCIC Halim, Jakarta Timur, Kamis.
Emir menilai memang angka itu tidak signifikan seperti pada Selasa (24/3) atau H+3 Lebaran yang menjadi puncak arus balik dengan total mencapai sekitar 24.000 penumpang per hari.
Kendati demikian, dia memprediksi jumlah penumpang akan terus meningkat hingga Kamis sore.
"Mungkin diprediksi nanti sore itu total-total di sekitar 18.000 penumpang per hari," ucapnya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memprediksi lonjakan penumpang Whoosh akan kembali terjadi pada Sabtu dan Minggu, 28-29 Maret 2026, seiring berakhirnya masa libur sekolah dan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).
Kenaikan jumlah penumpang dinilai mampu menggerakkan ekonomi dari sisi pendapatan ticketing maupun non-ticketingnya.
KCIC menyediakan 62 jadwal dan 37.000 tempat duduk per harinya guna mengantisipasi lonjakan penumpang terutama selama arus Lebaran.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat peningkatan volume penumpang Whoosh naik sekitar 11,3 persen atau mencapai 224.827 penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 pada 13-25 Maret.
Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 202.007 penumpang.
Kemudian, puncak okupansi sementara Angkutan Lebaran 2026 terjadi pada Selasa (24/3) dengan volume mencapai 24.315 penumpang dalam satu hari.
Kereta Cepat Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang beroperasi dengan kecepatan hingga 350 km/jam serta melayani rute Jakarta–Bandung dengan empat stasiun utama, yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon. KCIC berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, cepat, dan andal bagi masyarakat.
Sumber: ANTARA