Optimalisasi penggunaan transportasi umum bagi ASN misalnya melalui subsidi transportasi atau pengetatan penggunaan kendaraan dinas dapat menjadi opsi yang lebih efektif dalam menekan konsumsi BBM tanpa mengurangi kehadiran fisik ASN
Jakarta (KABARIN) - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo punya pandangan berbeda soal upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di ibu kota. Menurut dia, daripada langsung menerapkan kebijakan Work From Home (WFH), penggunaan transportasi umum bisa jadi solusi yang lebih efektif, apalagi Jakarta sekarang sudah punya sistem transportasi publik yang terintegrasi.
"Saya mendukung upaya efisiensi anggaran, termasuk pengendalian konsumsi BBM," kata Rio di Jakarta, Kamis, menanggapi wacana kebijakan WFH satu minggu sekali bagi ASN.
Meski begitu, Rio mengingatkan bahwa kebijakan WFH seminggu sekali tidak bisa diterapkan secara sederhana. Dia menilai perlu ada kajian mendalam yang berbasis data sebelum kebijakan tersebut benar-benar dijalankan.
Menurutnya, Pemprov DKI juga harus transparan soal evaluasi kebijakan serupa yang pernah diterapkan sebelumnya. Termasuk di dalamnya analisis untung-rugi antara potensi penghematan BBM dan risiko menurunnya kualitas pelayanan publik.
Rio pun mendorong pemerintah untuk melihat opsi lain yang lebih realistis. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan transportasi umum seperti MRT, LRT, dan Transjakarta yang saat ini sudah saling terhubung.
"Optimalisasi penggunaan transportasi umum bagi ASN misalnya melalui subsidi transportasi atau pengetatan penggunaan kendaraan dinas dapat menjadi opsi yang lebih efektif dalam menekan konsumsi BBM tanpa mengurangi kehadiran fisik ASN," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan pihaknya siap mengikuti arahan pemerintah pusat terkait rencana kebijakan WFH.
“Jadi, Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat. Apa pun yang diputuskan itu akan kami jalankan,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu (25/3).
Rencananya, kebijakan WFH ini akan diterapkan setelah Lebaran sebagai bagian dari langkah penghematan energi di tengah naiknya harga minyak dunia.
Namun, Pramono menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan final terkait kebijakan tersebut. Karena itu, Pemprov DKI juga belum menentukan sikap.
“Tetapi karena belum diputuskan, kami belum mengambil sikap untuk itu,” jelas Pramono.
Sumber: ANTARA