Blokade Energi di Kuba Bikin 100 Ribu Warga Antre Operasi

waktu baca 2 menit

St.Petersburg (KABARIN) - Krisis energi yang melanda Kuba mulai berdampak serius ke sektor kesehatan. Wakil Perdana Menteri Kuba, Oscar Perez-Oliva Fraga, mengungkapkan bahwa lebih dari 100.000 warga saat ini harus mengantre untuk menjalani operasi di rumah sakit.

"Menurut sistem layanan kesehatan, lebih dari 100.000 orang mengantre untuk dioperasi dan lebih dari 11.000 di antaranya adalah anak-anak," kata Fraga usai bertemu Gubernur St. Petersburg Alexander Beglov, Minggu (29/3).

Fraga menjelaskan, kondisi ini tak lepas dari dampak blokade energi yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan di Kuba. Salah satu yang paling terasa adalah pemadaman listrik yang terjadi setiap hari.

Pemadaman tersebut membuat berbagai sistem penting terganggu, mulai dari produksi, distribusi, hingga penyimpanan makanan. Tak hanya itu, kelangkaan bahan bakar juga berdampak pada terganggunya sistem penyediaan air bersih.

Situasi ini semakin diperparah oleh kebijakan Amerika Serikat. Pada Januari lalu, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif bagi negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.

Selain itu, Trump juga menetapkan status keadaan darurat dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan nasional yang disebut berasal dari Havana.

Pemerintah Kuba menilai langkah tersebut sebagai upaya untuk menekan perekonomian negara dan memperburuk kondisi hidup masyarakatnya.

Di tengah situasi sulit ini, Kuba tetap membuka peluang dialog. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan bahwa pemerintahnya sedang menjalin komunikasi dengan Washington untuk mencari solusi.

Menurut Diaz-Canel, Kuba siap melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat selama dilakukan atas dasar kesetaraan dan saling menghormati sistem politik masing-masing.

Krisis ini menunjukkan betapa besar dampak kebijakan geopolitik terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama di sektor vital seperti kesehatan.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka