“Untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara mencakup dua kegiatan prioritas, yaitu perencanaan pembangunan kawasan serta pembinaan ASN,”
Jakarta (KABARIN) - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara bersama rencana pemindahan aparatur sipil negara akan menjadi prioritas utama pada tahun 2026.
Hal ini disampaikan Basuki dalam rapat bersama Komisi II DPR RI di kawasan parlemen Senayan Jakarta. Ia menjelaskan bahwa fokus tersebut sudah masuk dalam rencana strategis OIKN periode 2025 hingga 2029.
“Untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara mencakup dua kegiatan prioritas, yaitu perencanaan pembangunan kawasan serta pembinaan ASN,” kata dia.
Menurut Basuki, pengembangan kawasan IKN akan difokuskan pada penataan wilayah inti pemerintahan beserta area sekitarnya. Luas kawasan yang ditargetkan untuk dibangun berkisar antara 850 hingga 1.100 hektare.
Selain itu, pembangunan juga mencakup gedung lembaga legislatif dan yudikatif, hunian yang layak bagi masyarakat, hingga fasilitas pendukung seperti sistem air minum, pengolahan limbah, dan pengelolaan sampah.
Akses dan konektivitas juga jadi perhatian. Pemerintah akan mempercepat pembangunan jalan, jaringan utilitas bawah tanah, serta transportasi umum di kawasan tersebut.
Untuk pemindahan ASN, jumlah pegawai yang direncanakan pindah ke IKN pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 1.700 hingga 4.100 orang.
Di sisi lain, pengembangan sistem pemerintahan berbasis teknologi juga masuk dalam agenda prioritas. Ini mencakup penerapan konsep kota pintar, penguatan ekosistem digital, hingga layanan perizinan berbasis sistem.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, OIKN juga menyiapkan program lain sebagai prioritas tambahan. Program tersebut meliputi penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan investasi, serta pengembangan kawasan ekonomi terpadu.
“Meliputi pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan investasi, pengembangan superhub ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlindungan hutan dan sumber daya alam, penanggulangan bencana dan pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan di IKN,” jelas Basuki.
Sumber: ANTARA