Washington (KABARIN) - Sebuah sistem radar milik Amerika Serikat dilaporkan mengalami kerusakan serius setelah serangan yang dikaitkan dengan Iran di pangkalan udara di Arab Saudi.
Laporan dari CNN yang mengutip citra satelit menyebut radar jenis AN/TPY-2 yang menjadi bagian dari sistem pertahanan rudal THAAD mengalami kerusakan cukup parah di Pangkalan Udara Pangeran Sultan.
Perangkat tersebut terlihat berada di area terbuka dengan kondisi yang tidak lagi utuh. Bagian antena tampak hangus seperti terbakar dan sejumlah komponen lainnya hilang.
Radar ini diketahui punya nilai sangat tinggi. Berdasarkan anggaran Badan Pertahanan Rudal AS pada 2025, satu unit AN TPY 2 dibanderol hingga 136 juta dolar Amerika.
Insiden ini tidak lepas dari meningkatnya tensi di kawasan. Sebelumnya pada akhir Februari, Amerika Serikat bersama Israel melakukan serangan ke sejumlah titik di Iran termasuk di Teheran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Aksi tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer AS yang tersebar di Timur Tengah. Targetnya mencakup lokasi di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi.
Situasi ini memperlihatkan ketegangan yang masih tinggi di kawasan dengan risiko konflik yang bisa meluas jika tidak segera mereda.
Sumber: SPU