BPBD DKI Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Cuaca Ekstrem

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan kondisi cuaca ini berpotensi menimbulkan dampak seperti genangan air, banjir skala lokal, hingga pohon tumbang akibat angin kencang.

"Potensi dampak yang ditimbulkan yaitu genangan dan banjir lokal serta pohon tumbang akibat angin kencang," kata Yohan.

Berdasarkan analisis dari BMKG, wilayah Jakarta saat ini masih berada dalam masa peralihan menuju musim kemarau. Fase ini dikenal sebagai pancaroba yang sering ditandai dengan perubahan cuaca yang tidak menentu.

Ia menjelaskan bahwa awal musim kemarau diperkirakan baru akan dimulai sekitar pertengahan Mei hingga awal Juni. Artinya, kondisi saat ini masih berpotensi memicu hujan dengan intensitas beragam.

Dalam periode awal April, hujan diperkirakan turun dengan intensitas mulai dari sedang hingga sangat lebat, terutama pada rentang waktu tertentu.

"Hujan berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari bersifat lokal dengan intensitas yang dapat meningkat secara cepat," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, BPBD mengingatkan warga agar lebih berhati hati, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir atau lokasi dengan banyak pepohonan besar. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dibatasi saat cuaca sedang tidak bersahabat.

Selain itu, BPBD terus memantau perkembangan cuaca dan aktif menyebarkan informasi terbaru melalui kanal resmi mereka agar masyarakat bisa mendapatkan update dengan cepat.

"Kami juga mengimbau masyarakat waspada hujan lebat, angin kencang, dan petir. Serta meminta masyarakat menghindari aktivitas di area rawan saat cuaca ekstrem," katanya.

Warga juga diminta tetap siaga terhadap kemungkinan genangan air di lingkungan sekitar. Jika terjadi situasi darurat, masyarakat bisa langsung menghubungi layanan 112 yang tersedia selama 24 jam tanpa biaya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka