Jakarta (KABARIN) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta para pelaku usaha tetap menjaga harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama minyak goreng Minyakita, meskipun ada tekanan dari kenaikan harga bahan baku plastik yang digunakan untuk kemasan.
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipantau secara daring dari Jakarta pada Senin, Direktur Bina Usaha Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra menjelaskan bahwa setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional Lebaran, sejumlah komoditas memang mulai mengalami pergerakan harga, termasuk minyak goreng.
Ia menuturkan bahwa kenaikan harga bijih plastik sebagai bahan utama kemasan turut memberikan dampak pada produk yang menggunakan kemasan tersebut, termasuk minyak goreng premium, minyak goreng curah, hingga Minyakita.
"Untuk Minyakita kami tetap mengharapkan support dan dukungan komitmen dari pelaku usaha untuk tetap harganya sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi), tidak ada perubahan, belum ada penyesuaian sama sekali," ujar Nawandaru.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok SP2KP per 2 April 2026, harga minyak goreng premium tercatat berada di Rp21.433 per liter dengan kenaikan tipis, minyak goreng curah di Rp19.081 per liter juga mengalami sedikit kenaikan, sementara Minyakita justru turun tipis menjadi Rp15.877 per liter dibanding pekan sebelumnya.
Kemendag juga menerima laporan dari sejumlah daerah yang menyebutkan adanya kenaikan pada minyak goreng premium di beberapa wilayah.
Meski begitu, pemerintah mencatat masih ada 19 provinsi yang menjual Minyakita sesuai harga eceran tertinggi, termasuk hampir seluruh wilayah di Sumatera, Kalimantan, Jawa, sebagian Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Untuk wilayah Indonesia timur seperti Papua dan Maluku, Kemendag masih terus berupaya menekan harga agar tetap stabil. Faktor distribusi disebut menjadi salah satu penyebab utama perbedaan harga di tingkat konsumen.
Nawandaru menegaskan bahwa kehadiran Minyakita di pasar diharapkan bisa menjadi penyeimbang harga minyak goreng agar masyarakat tetap mendapatkan akses dengan harga terjangkau.
"Kami harapkan keberadaan Minyakita ini bisa menjaga harga, artinya preferensi masyarakat masih bisa terjaga dengan adanya ketersediaan Minyakita di pasar-pasar. Ini yang menjadi concern kami," katanya.
Sumber: ANTARA