Polda Metro Jaya Pastikan Rekrutmen Akpol 2026 Berjalan Transparan dan Bebas Calo

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses penerimaan calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian atau Akpol tahun anggaran 2026 akan dilakukan secara terbuka, objektif, dan tanpa praktik kecurangan.

Asisten bidang Sumber Daya Manusia Kapolri Irjen Pol Anwar menyampaikan bahwa rekrutmen Akpol bukan hanya sekadar seleksi masuk pendidikan kepolisian, tetapi juga bagian dari upaya membentuk sumber daya manusia Polri yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.

"Rekrutmen Akpol bukan sekadar proses seleksi, tetapi bagian dari upaya strategis membangun Polri yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat," kata Asisten bidang Sumber Daya Manusia Kapolri, Irjen Pol Anwar dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Ia juga menekankan bahwa seluruh panitia wajib menjalankan prinsip BETAH yang berarti Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis serta memastikan tidak ada ruang bagi calo maupun joki dalam proses seleksi.

Sejalan dengan itu, Kepala Biro SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol Muh. Dwita Kumu Wardana memastikan seluruh tahapan rekrutmen akan diawasi secara ketat agar berlangsung adil dan profesional.

“Kami pastikan proses rekrutmen Akpol 2026 dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Tidak dipungut bi==aya dan tidak ada ruang bagi calo maupun joki,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa penerimaan Akpol tahun ini hanya melalui satu jalur yaitu jalur reguler. Masyarakat pun diimbau agar tidak mudah percaya pada pihak yang mengklaim bisa meloloskan peserta dengan imbalan tertentu.

Menurutnya, kelulusan peserta sepenuhnya bergantung pada kemampuan masing masing dalam menjalani seluruh rangkaian seleksi yang sudah ditetapkan.

“Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi percaya kepada pihak-pihak yang mengaku dapat meluluskan peserta, karena seluruh proses dilakukan secara objektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Proses seleksi Akpol 2026 sendiri telah dimulai sejak 9 hingga 30 Maret 2026 melalui pendaftaran daring dan verifikasi data. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas serta pemeriksaan administrasi awal.

Tahapan berikutnya mencakup berbagai tes mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes psikologi berbasis komputer, hingga ujian akademik, mental, dan ideologi yang berlangsung dalam beberapa gelombang hingga Mei 2026.

Peserta juga akan mengikuti uji kebugaran jasmani, pemeriksaan tambahan, hingga sidang kelulusan di tingkat daerah sebelum melangkah ke seleksi tingkat pusat yang berlangsung pada Juli 2026.

Rangkaian seleksi ini dikenal sebagai salah satu proses paling panjang dan ketat dalam penerimaan calon taruna kepolisian.

Berdasarkan pengumuman resmi, jumlah peserta didik yang akan diterima dalam rekrutmen Akpol 2026 adalah sebanyak 300 orang sesuai kuota yang telah ditetapkan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka