AS Sebut Negara NATO Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Produksi Amunisi Masa Depan

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menilai negara-negara anggota NATO saat ini belum memiliki kapasitas produksi amunisi yang cukup untuk menghadapi kebutuhan pertahanan di masa mendatang.

Dalam pertemuan para menteri luar negeri NATO di Swedia pada Jumat, Rubio menekankan bahwa peningkatan produksi amunisi menjadi tantangan bersama yang harus segera diatasi oleh seluruh anggota aliansi.

Ia menyebut situasi tersebut sebagai hal yang “jelas bagi semua pihak” dan menegaskan perlunya kerja sama yang lebih erat untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan di dalam blok tersebut.

Rubio juga mengatakan pertemuan itu menjadi bagian dari persiapan menuju kemungkinan salah satu pertemuan puncak pemimpin NATO yang disebutnya sebagai salah satu yang paling penting dalam sejarah aliansi, yang dijadwalkan berlangsung pada Juli di Ankara.

Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut masih kecewa terhadap respons sejumlah sekutu NATO terkait operasi militer AS di Timur Tengah.

Sebelumnya, Trump sempat mengindikasikan kemungkinan peninjauan ulang posisi Amerika dalam NATO setelah sebagian negara Eropa tidak mendukung keterlibatan militer AS dalam konflik dengan Iran. Meski demikian, sebagian besar negara anggota disebut akhirnya tetap memberikan dukungan kepada Washington.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan bahwa beberapa anggota sempat terlambat merespons kampanye militer AS, namun kini hampir seluruh sekutu telah memenuhi permintaan dukungan dari Amerika Serikat.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka