Minum Susu Berlebihan Bisa Ganggu Penyerapan Zat Besi pada Anak

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kebiasaan minum susu ternyata gak selalu berdampak baik kalau berlebihan, terutama buat anak-anak. Dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi lulusan Universitas Sebelas Maret, Lucky Yogasatria, mengingatkan bahwa konsumsi susu yang terlalu banyak justru bisa mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.

“Yang bermasalah itu adalah kalsiumnya karena bisa jadi kompetitif dengan penyerapan zat besinya,” kata Lucky saat ditemui ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, susu baik formula maupun susu segar tetap boleh dikonsumsi anak, tapi ada batasnya. Idealnya, maksimal sekitar 500 mililiter per hari, khususnya untuk anak usia dua tahun. Waktu minumnya juga sebaiknya diatur, bukan saat makan utama.

Lucky menyarankan memberi jeda sekitar dua jam sebelum atau sesudah makan. Tujuannya supaya penyerapan zat besi tetap optimal dan nafsu makan anak gak terganggu.

“Kalau usia setelah dua tahun bahkan (susu) tidak perlu-perlu sekali karena sudah ada real food,” kata Lucky.

Selain susu, ada juga minuman lain yang sebaiknya dihindari, yaitu teh. Ia menegaskan bahwa teh bukan pilihan yang tepat untuk anak karena juga bisa menghambat penyerapan zat besi.

Kalau sampai kekurangan zat besi, dampaknya gak main-main. Anak bisa mengalami anemia, pertumbuhan otak terganggu, bahkan berisiko mengalami penurunan IQ.

Untuk mencegah hal itu, Lucky menyarankan orang tua mulai memperkenalkan makanan kaya zat besi, seperti hati ayam, daging ayam, dan daging sapi, terutama saat anak sudah masuk fase Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Pada bayi usia 0-4 bulan, kebutuhan zat besi masih bisa tercukupi dari ASI. Tapi setelah masuk usia 4-6 bulan, bayi sudah bisa mulai diberikan suplemen zat besi sesuai rekomendasi dokter.

Pasalnya, setelah usia 4 bulan, kebutuhan zat besi bayi meningkat dan tidak lagi sepenuhnya terpenuhi dari ASI. Idealnya, bayi membutuhkan sekitar 11 miligram zat besi per hari atau setara dengan sekitar 70 gram hati ayam.

“Jumlah (kandungan zat besi kalau kita mengonsumsi hati ayam itu) lumayan kecil. Tapi kalau dia pakai daging ayam itu bisa sampai 400-500 gram. Itu cukup besar untuk (porsi) anak di 7 atau 8 bulan,“ kata Lucky.

Lewat pengaturan pola makan yang tepat, kebutuhan nutrisi anak tetap bisa terpenuhi tanpa harus berlebihan dalam konsumsi susu.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka