Jakarta (KABARIN) - Tingkat keausan peralatan dapur dapat bervariasi bergantung kepada penggunaan dan perawatan, namun, setidaknya ada tujuh barang yang sebaiknya lebih sering diganti karena alasan kesehatan.
Laman Eating Well, Senin (1/6) waktu setempat, melaporkan sejumlah pakar menyarankan untuk secara rutin mengganti peralatan dapur, antara lain spons cuci piring, peralatan kayu dan talenan.
1. Spons dan lap piring
Ilmuwan Pangan Utama di Aqualab by Addium Zachary Cartwright, Ph.D., mengatakan bahwa spons adalah salah satu barang berisiko tinggi untuk penumpukan mikroba karena struktur berpori bisa memerangkap kelembapan, sisa makanan, dan bakteri.
Meskipun sudah dibersihkan secara rutin, spons tetap akan rusak dan kehilangan efektivitasnya. Dia merekomendasikan untuk mengganti spons dapur setiap beberapa minggu.
Sementara itu, lap piring pada umumnya lebih tahan lama, tetapi ia harus sering dicuci setelah digunakan. Pertimbangkan untuk menggantinya setidaknya setelah tiga bulan.
2. Sendok dan peralatan kayu
Cartwright juga menyampaikan bahwa peralatan dapur yang terbuat dari kayu dapat retak sehingga sulit dibersihkan secara menyeluruh. Masa pakainya sekitar dua hingga lima tahun, namun, Cartwright menyarankan untuk segera menggantinya jika sudah ada retakan.
3. Wadah penyimpanan plastik
Baik yang digunakan kembali dari pesanan pengiriman maupun yang dibeli baru, wadah plastik dapat bertahan mulai dari enam bulan hingga beberapa tahun bergantung kepada cara penggunaannya dan tanda-tanda keausan dari waktu ke waktu.
Seringkali plastik mengalami degradasi secara bertahap melalui noda, perubahan bentuk, penahanan bau, atau retakan mikro. Setelah permukaannya menjadi kasar atau terdistorsi, akan lebih sulit untuk membersihkannya secara efektif. Buang atau ganti wadah plastik ketika melihat tanda-tanda ini.
4. Sikat dan penggosok piring
Sama seperti sikat gigi, sikat piring sudah melewati masa pakainya ketika bulunya terlihat rata dan daya pembersihnya berkurang. Cartwright menyebut hal itu dapat terjadi dalam waktu tiga bulan dengan penggunaan sehari-hari.
Tanda-tanda lain untuk mengganti sikat dan penggosok piring termasuk bau apak dan kelembapan yang tertahan, yang dapat mengindikasikan adanya pertumbuhan bakteri.
Meskipun penggosok bertekstur kasar seringkali lebih tahan lama daripada spons lembut sehari-hari, Kim mencatat bahwa lebih baik menggantinya sebelum mulai rusak untuk hasil terbaik.
Cartwright, mencatat bahwa retakan, lapisan yang aus, dan kerusakan permukaan tidak hanya dapat membuatnya lebih sulit dibersihkan, tetapi, peralatan yang rusak juga dapat menyimpan makanan, kelembapan, dan bakteri serta menyebarkannya ke seluruh dapur dan ke dalam makanan.
5. Talenan
Menurut ahli gizi kuliner Helen Ohw Kim, RD, CDN, M.P.H., talenan, khususnya yang terbuat dari plastik harus diganti tiap beberapa bulan. Makanan mentah dan siap makan harus memiliki papan potong khusus untuk membantu mencegah kontaminasi silang.
"Papan potong bambu dapat diganti satu hingga dua kali setahun atau lebih lama karena ketahanan bakteri alaminya," ujar dia.
6. Peralatan masak dan peralatan anti lengket
Kim menyampaikan barang lain yang perlu diganti adalah barang-barang anti lengket begitu terlihat goresan atau pengelupasan.
Selain kerusakan visual, ketika wajan anti lengket berhenti berfungsi, maka sudah saatnya untuk dibuang. Serpihan atau residu dari wajan dapat berpindah ke makanan saat memasak.
7. Handuk dapur
Barang berikutnya adalah handuk dapur yang perlu dicuci setidaknya sekali seminggu jika hanya digunakan untuk mengeringkan piring bersih, lebih sering untuk mengeringkan tangan atau membersihkan tumpahan.
Setelah beberapa tahun, ganti handuk jika menunjukkan tanda-tanda keausan.
“Kain yang berjumbai adalah indikator yang baik bahwa sudah waktunya untuk mengganti handuk dapur,” kata Kim.
Untuk penggunaan sehari-hari, selalu peras handuk dapur yang basah dan bentangkan hingga benar-benar kering.
"Jika handuk dapur anda mulai berbau, itu pertanda bahwa handuk tersebut tidak kering dengan benar dan kemungkinan besar menjadi tempat berkembang biaknya bakteri," kata dia.
Sumber: Eating Well