Bahlil: Minyak Mentah Rusia Dikirim ke Indonesia pada April 2026

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan impor minyak mentah dari Rusia ke Indonesia dapat mulai dilakukan pada April 2026.

“Kalau untuk crude, kalau untuk crude, mungkin bulan-bulan ini (April) bisa (dikirim ke Indonesia). Insyaallah,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Sementara itu, untuk pembelian LPG dari Rusia, Bahlil menyampaikan masih dalam tahap finalisasi, termasuk besaran porsi impor terhadap kebutuhan nasional.

Ia menjelaskan kebutuhan LPG Indonesia pada 2026 diproyeksikan mencapai 10 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 1,6 juta ton, sehingga sebagian besar masih harus dipenuhi melalui impor.

Sebelum konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sekitar 70–75 persen impor LPG Indonesia berasal dari AS, 20 persen dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.

“Begitu Saudi Aramco kena rudal di pabrik mereka, di industri mereka, itu pasti berpengaruh kepada global,” kata Bahlil.

Langkah impor dari Rusia ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber energi di tengah ketidakpastian geopolitik global, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Kerja sama tersebut merupakan hasil negosiasi energi dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil ke Rusia pada pertengahan April 2026.

“Dalam pertemuan saya dengan Menteri Energi dan pemerintahan Rusia, itu telah disepakati bahwa kita akan mendapat dukungan. Kita akan membeli crude dari Rusia. Ini kita lakukan juga di negara lain, termasuk di Amerika,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan diversifikasi menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah kondisi global yang tidak menentu.

“Jadi, harus ada diversifikasi. Insyaallah crude kita akan semakin membaik,” katanya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka