Moskow (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Johann Wadephul mendesak Israel dan Lebanon untuk melanjutkan negosiasi langsung guna mencapai perdamaian jangka panjang di kawasan perbatasan kedua negara.
Ia menyambut baik gencatan senjata selama 10 hari yang telah disepakati Israel dan Lebanon melalui mediasi Amerika Serikat di Washington, dan menyebutnya sebagai “jeda penting” bagi warga sipil yang terdampak konflik.
"Kesepakatan jangka panjang sekarang diperlukan untuk memastikan keamanan perbatasan, melindungi penduduk sipil di kedua sisi Garis Biru, dan melindungi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL," kata Wadephul.
Ia juga menegaskan bahwa stabilitas jangka panjang hanya dapat tercapai jika Hezbollah dilucuti dari persenjataannya, sembari menegaskan dukungan Jerman terhadap pemerintah dan militer Lebanon serta bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi.
Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan keprihatinan bahwa gencatan senjata bisa terganggu oleh operasi militer yang masih berlangsung.
"Hizbullah harus meletakkan senjatanya. Israel harus menghormati kedaulatan Lebanon dan menghentikan perang," tulis Macron di media sosial X.
Gencatan senjata 10 hari tersebut sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump setelah pertemuan dengan pemimpin Lebanon dan Israel dalam upaya meredakan konflik di kawasan.
Sumber: SPU