Oto

GWM Dorong Strategi Platform Tunggal, Pabrikan Diminta Ikut Beradaptasi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Produsen otomotif asal China, Great Wall Motor (GWM), lewat bosnya Wei Jianjun, punya pandangan tegas soal masa depan industri otomotif. Menurutnya, kalau mau tetap kompetitif di pasar global, pabrikan mobil harus mulai mengadopsi strategi platform tunggal seperti GWM One.

Pernyataan ini disampaikan saat peluncuran pra-penjualan SUV terbaru mereka, Wey V9X, yang jadi model pertama berbasis platform GWM One. Platform ini dirancang fleksibel banget karena bisa mendukung berbagai jenis sistem penggerak, mulai dari mesin bensin konvensional (ICE), hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), kendaraan listrik murni (BEV), sampai fuel cell (FCEV).

Dengan pendekatan ini, satu platform bisa dipakai untuk berbagai jenis kendaraan—mulai dari SUV, sedan, MPV, hingga pikap. Jadi, pengembangan produk bisa lebih efisien dan cepat mengikuti kebutuhan pasar.

“Jika pesaing tidak mempelajari pendekatan ini, mereka akan kesulitan masuk pasar global dan berisiko tertinggal,” kata Wei.

Ia juga menyindir pabrikan yang masih terlalu fokus pada kendaraan listrik murni atau teknologi extended-range electric vehicle (EREV). Menurutnya, teknologi tersebut belum cukup efisien dan cenderung hanya jadi solusi sementara.

Sejumlah brand China seperti Li Auto, Aito, dan Deepal memang masih mengandalkan teknologi EREV dalam lini produknya.

Di sisi lain, tren global pada 2026 menunjukkan bahwa adopsi mobil listrik murni mulai melambat. Justru, minat terhadap teknologi hybrid seperti PHEV dan HEV kembali naik di berbagai pasar. Bahkan, beberapa produsen yang sebelumnya fokus di EV mulai menghadirkan lagi mobil bermesin konvensional untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen.

GWM sendiri mencoba memanfaatkan momentum ini lewat platform multi-powertrain yang fleksibel. Tujuannya jelas: bisa menjangkau lebih banyak pasar dengan kebutuhan yang berbeda-beda.

Meski begitu, persaingan tetap ketat. Di pasar domestik China, sub-brand GWM seperti Wey, ORA, dan Tank mencatat total penjualan sekitar 20.200 unit pada Maret 2026.

Angka ini masih kalah dibanding model populer seperti Tesla Model Y atau model lain dari Geely. Sementara itu, BYD bahkan mencatat penjualan hingga 165.942 unit di periode yang sama.

Sumber: Carnewschina

Bagikan

Mungkin Kamu Suka