Kauu (KABARIN) - Program Pemukiman Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN-Habitat) menyatakan sedikitnya 4,2 juta warga Afghanistan diperkirakan menghadapi krisis tempat tinggal darurat pada 2026 dan membutuhkan bantuan barang nonpangan.
Dalam laporannya, UN-Habitat menegaskan perlunya tindakan segera untuk memastikan ketersediaan hunian yang layak bagi seluruh warga terdampak.
“Kita harus bertindak sekarang untuk memastikan hunian yang memadai bagi semua orang,” ujar lembaga tersebut dalam laporan yang dikutip.
UN-Habitat menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi pengungsian, bencana alam, dan memburuknya situasi ekonomi di Afghanistan. Faktor-faktor ini memperparah kerentanan masyarakat dan meningkatkan kebutuhan mendesak akan bantuan tempat tinggal.
Lembaga kemanusiaan bersama mitra-mitranya juga menyerukan dukungan internasional segera untuk menyediakan solusi hunian yang aman, serta melindungi kelompok paling rentan dari dampak krisis yang lebih dalam.
Sumber: Xinhua