Masyarakat Diminta Tidak Membenarkan Pelecehan Berkedok Candaan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengingatkan masyarakat untuk lebih peka dan tidak mewajarkan kekerasan terhadap perempuan, termasuk yang kerap dibungkus dalam bentuk candaan di kehidupan sehari-hari.

Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor menegaskan bahwa kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk ekstrem atau yang mudah dikenali, tetapi juga bisa terjadi secara halus, berulang, dan sering kali dianggap wajar.

“Berapa banyak kekerasan yang sebenarnya terjadi di sekitar kita tetapi luput dari perhatian? Kita harus lebih jujur melihat kenyataan bahwa kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk yang ekstrem dan kasat mata,” kata Maria dalam Konsultasi Publik Laporan Tahunan Komnas Perempuan 2025 di Jakarta, Senin.

Ia menekankan bahwa pembiaran terhadap kekerasan dalam bentuk ringan maupun terselubung justru membuat praktik tersebut terus bertahan di lingkungan sosial.

Komnas Perempuan juga menyoroti masih terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi. Lembaga tersebut menyatakan akan terus mengawal penanganan berbagai kasus yang dilaporkan, termasuk di beberapa kampus yang baru-baru ini menjadi sorotan publik.

Sejumlah kasus kekerasan seksual berbasis gender online juga dilaporkan terjadi di lingkungan perguruan tinggi, termasuk dugaan keterlibatan sejumlah mahasiswa dalam grup percakapan digital di beberapa kampus.

Selain itu, Komnas Perempuan juga menyoroti insiden lain di lingkungan kampus yang dianggap mengandung unsur pelecehan terhadap perempuan dan viral di media sosial.

Komnas Perempuan menegaskan pentingnya membangun lingkungan yang lebih aman dan sensitif gender, terutama di ruang pendidikan, serta memperkuat kesadaran publik agar tidak lagi menormalisasi kekerasan dalam bentuk apa pun.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka