Wamenaker: Kompetensi Teknisi Digital Dorong Penguatan "Skill-Based Economy"

waktu baca 2 menit

Banyak teknisi yang kini bekerja secara mandiri di berbagai sektor industri digital, sehingga turut membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi berbasis keterampilan atau skill-based economy,

Jakarta (KABARIN) - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menilai kompetensi di bidang teknisi perangkat digital memiliki peluang besar dalam memperluas lapangan kerja sekaligus memperkuat ekonomi berbasis keterampilan (skill-based economy).

“Banyak teknisi yang kini bekerja secara mandiri di berbagai sektor industri digital, sehingga turut membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi berbasis keterampilan atau skill-based economy,” kata Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan bahwa penguasaan keterampilan di sektor ekonomi digital menjadi hal penting, khususnya bagi angkatan kerja muda yang menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, peningkatan keterampilan melalui upskilling dan reskilling dinilai semakin mendesak.

“Jadikan momentum ini untuk membuktikan bahwa teknisi Indonesia mampu bersaing dan unggul,” ujar pria yang akrab disapa Ferry tersebut.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga terus mendukung penguatan kompetensi digital, salah satunya melalui kegiatan seperti Kompetisi Asosiasi Teknisi Perangkat Jaringan (ATPJ) CPU iPhone 2026 yang digelar di Jambi pada akhir pekan lalu.

Menurut Wamenaker, ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi keterampilan, tetapi juga membuka peluang kerja baru di sektor perbaikan perangkat digital. Ia menilai komunitas ATPJ berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjangkau teknisi yang belum tersentuh pelatihan formal.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta mendukung hilirisasi dan industrialisasi berbasis teknologi.

“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari upaya bersama untuk menjawab tantangan strategis bangsa. Fokus pembangunan saat ini adalah memperkuat SDM, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendorong hilirisasi dan industrialisasi,” katanya.

Selain itu, Wamenaker juga menilai kompetisi teknisi dapat menjadi sarana standardisasi keterampilan melalui praktik langsung, pengukuran kemampuan, serta peningkatan profesionalisme di bidang teknologi perangkat digital.

Kemnaker turut mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan sistem pelatihan serta sertifikasi nasional, sehingga kompetensi teknisi Indonesia dapat diakui tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka