BEM Ubaya Bikin Mozaik Kartini yang Terbuat dari Sticky Notes

waktu baca 2 menit

Surabaya (KABARIN) - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Surabaya (BEM Ubaya) bikin kreasi mozaik Kartini dari ribuan sticky notes berukuran 2,4 meter sebagai rangkaian peringatan Hari Kartini 2026 di kampus setempat, Selasa.

Selain mozaik, BEM Ubaya menggelar kampanye Rise with Kartini yang mengajak seluruh sivitas akademika untuk menuliskan pesan inspirasi dan harapan yang meneladani semangat Kartini.

Presiden BEM Ubaya, Richie Devalino Hari Wibawa di Surabaya, Selasa, menjelaskan tema tersebut ditujukan untuk mendorong generasi saat ini, khususnya sivitas akademika Ubaya, untuk melanjutkan perjuangan Kartini di bidang akademik.

"Kita harus meneladani Kartini yang berani bersuara, berkembang, dan berkarya. Rise melambangkan keberanian untuk bangkit dan menjadi versi terbaik diri, sejalan dengan nilai emansipasi wanita dalam bidang pendidikan yang diperjuangkan Kartini,” kata Richie.

Proses pembuatan mozaik berlangsung selama satu minggu, dimulai dari kurasi gambar Kartini hingga digitalisasi menggunakan perangkat lunak Adobe Illustrator.

Desain kemudian dicetak dalam skala nyata di atas kanvas sebagai media penempelan sticky notes.

Sebanyak 10 anggota BEM Ubaya mengerjakan tahap akhir selama dua hari dengan menyusun sticky notes berwarna hijau, kuning, merah muda, dan biru hingga membentuk visual Kartini.

“Mozaik ini bukti bahwa kami sebagai mahasiswa bisa membuat karya di Hari Kartini. Kami ingin mendorong empowerment, tidak hanya untuk perempuan, tetapi juga masyarakat secara luas,” katanya.

Meski tidak menghitung secara pasti, jumlah sticky notes yang digunakan diperkirakan mencapai ribuan lembar.

Selain visual mozaik, karya tersebut juga dilengkapi pesan-pesan motivasi yang ditempel di sekitarnya.

“Pesan itu ditujukan bagi mahasiswa, dosen, hingga karyawan sebagai bentuk semangat Kartini masa kini,” katanya.

Selain instalasi seni tersebut, peringatan Hari Kartini di Ubaya juga diisi dengan penggunaan kebaya oleh mahasiswa, tenaga kependidikan dan dosen perempuan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Kartini.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka