IHSG Berpotensi Melemah di Tengah Tekanan Sentimen Global

waktu baca 2 menit

Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan defensif, di mana faktor global (harga minyak, dolar AS, dan geopolitik) akan lebih dominan dalam menentukan arah jangka pendek dibandingkan katalis domestik,

Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Kamis, dipengaruhi dominasi sentimen global yang menekan pasar keuangan.

IHSG sempat dibuka menguat, namun kemudian berbalik melemah 51,79 poin atau 0,69 persen ke level 7.489,82 pada pukul 09.55 WIB. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga turun 0,88 persen ke posisi 729,48.

Tim riset Lotus Andalan Sekuritas menilai IHSG akan bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan defensif. Faktor eksternal seperti harga minyak, penguatan dolar AS, serta tensi geopolitik dinilai masih menjadi penentu utama arah pasar dalam jangka pendek.

Meski risiko geopolitik masih ada, termasuk kenaikan harga minyak akibat gangguan di Selat Hormuz, pelaku pasar disebut lebih fokus pada kondisi fundamental domestik. Namun, tingginya valuasi pasar membuat potensi koreksi jangka pendek semakin terbuka.

Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen belum mampu menopang rupiah. Di sisi lain, kenaikan yield SBN ke 6,64 persen mengindikasikan masih adanya aliran modal keluar dari pasar obligasi.

Kombinasi faktor eksternal dan domestik, termasuk sentimen MSCI dan arus keluar asing, membuat prospek pasar keuangan Indonesia dalam jangka pendek masih cenderung defensif dengan potensi volatilitas tinggi.

Sementara itu, bursa saham Eropa pada perdagangan Rabu (22/4) kompak melemah, termasuk FTSE 100 Inggris, DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan Euro Stoxx 50. Sebaliknya, bursa Wall Street justru menguat, dengan indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq mencatat kenaikan.

Di kawasan Asia, sejumlah indeks utama seperti Nikkei Jepang, Shanghai, Hang Seng, dan Straits Times juga bergerak melemah pada perdagangan pagi ini, menambah tekanan sentimen global terhadap pasar.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka