Bengkulu (KABARIN) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama untuk menjaga integritas, mengingat posisinya sangat disorot publik.
“Kementerian Agama itu idealnya seperti background putih, setetes tinta hitam itu akan sangat kelihatan, karena itu saya mengingatkan kepada kita semuanya bahwa masyarakat sangat sensitif melihat Kementerian Agama,” kata Nasaruddin Umar di Bengkulu, Jumat.
Ia menjelaskan ekspektasi masyarakat terhadap ASN Kemenag sangat tinggi, sehingga setiap perilaku aparatur menjadi perhatian publik. Meski bukan sosok yang sempurna, ASN tetap dituntut tidak melakukan tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat dalam pelayanan keagamaan.
Menurut dia, tanggung jawab ASN Kemenag tidak terbatas pada jam kerja formal, melainkan berlangsung hampir sepanjang waktu karena berkaitan langsung dengan pelayanan umat beragama.
Selain itu, ia menilai tugas tersebut juga menjadi peluang besar untuk meraih nilai ibadah jika dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Sepanjang umat beragama itu berjarak dengan ajaran agamanya, maka Kementerian Agama belum bisa disebut berhasil, tetapi makin dekat antara umat dengan ajaran agamanya, maka itulah keberhasilan kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan Rakerwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Nasaruddin juga mengimbau ASN untuk bekerja optimal dan profesional, serta tidak bermalas-malasan.
Ia menekankan pentingnya konsep ikhlas beramal, yakni bekerja semata-mata untuk mendapatkan ridha Tuhan tanpa mengharapkan imbalan duniawi seperti jabatan atau pujian.
Menurutnya, keikhlasan memiliki tingkatan, hingga pada level tertinggi ketika seseorang bekerja tanpa ingin diketahui orang lain, sebagai bentuk pengabdian tulus kepada Tuhan.
Sumber: ANTARA