Menag Ingatkan Bahaya Dakwah yang Menyebarkan Kebencian Antarumat Beragama

waktu baca 2 menit

Bengkulu (KABARIN) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan adanya risiko dakwah yang justru menumbuhkan kebencian terhadap pemeluk agama lain. Ia menegaskan, hal tersebut tidak sejalan dengan kondisi Indonesia sebagai negara yang majemuk.

“Banyak orang, sadar atau tidak, ketika mengajarkan agama justru menanamkan kebencian terhadap pemeluk agama lain. Jika itu terjadi, tentu tidak sesuai dengan kondisi Indonesia sebagai negara yang sangat plural,” kata Nasaruddin Umar dalam tabligh akbar di Bengkulu, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Baitul Izzah, Provinsi Bengkulu.

Nasaruddin menekankan bahwa kegiatan keagamaan semestinya menjadi sarana mempererat persatuan umat, bukan memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Ia juga menilai nilai-nilai agama harus menjadi dasar dalam membangun kehidupan yang rukun dan damai di tengah keberagaman Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Karena itu, pendekatan dakwah perlu mengedepankan toleransi serta sikap saling menghormati.

Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan pentingnya forum keagamaan sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan umat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkokoh persatuan. Nilai-nilai keagamaan harus menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan damai,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyebut tabligh akbar ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di masyarakat.

Ia berharap kehadiran Menteri Agama dapat memberikan pencerahan serta memperkuat nilai spiritual dan dorongan untuk menciptakan kehidupan yang damai, toleran, dan berakhlak baik.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan jamaah serta unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, para kepala OPD, dan tokoh masyarakat setempat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka