Jakarta (KABARIN) - Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Bp menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) produknya, dengan jenis solar atau BP Ultimate Diesel naik dari Rp25.560 per liter pada pertengahan April 2026, menjadi Rp30.890 per liter.
Dikutip dari laman instagram resmi BP Indonesia bernama pengguna bp_idn di Jakarta, Senin, kenaikan harga hanya berlangsung untuk BBM jenis solar.
Sementara itu, untuk bensin jenis BP Ultimate masih berada di level Rp12.930 per liter, begitu pula dengan BBM jenis BP 92 yang tetap berada di level Rp12.390 per liter.
Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) mengumumkan pembaruan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk beberapa wilayah tertentu yang berlaku mulai 4 Mei, dengan jenis BBM nonsubsidi solar dan Pertamax Turbo mengalami lonjakan, sementara Pertamax tetap.
Berdasarkan laman resmi Pertamina yang dikutip dari Jakarta, Senin, Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Seperti di Jabodetabek, tercatat harga BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) menunjukkan peningkatan ke angka Rp19.900 per liter dari Rp19.400 per liter pada April.
Pertamina Dex Series atau BBM jenis solar di wilayah tersebut turut mengalami peningkatan. Harga BBM jenis Dexlite (CN 51) mengalami peningkatan menjadi Rp26.000 per liter dari Rp23.600 per liter pada April 2026.
Pertamina Dex (CN 53) juga naik menjadi Rp27.900 per liter dari yang sebelumnya Rp23.900 per liter.
Sementara itu, Pertamina masih menahan harga Pertamax (RON 92) di level Rp12.300 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) di level Rp12.900 per liter sejak Maret, tepatnya sebelum perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Harga BBM penugasan dan subsidi juga tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Sumber: ANTARA