Jakarta (KABARIN) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta menilai industri kreatif, khususnya film, punya potensi besar jadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di ibu kota. Sektor ini dianggap punya efek berantai yang bisa menggerakkan banyak bidang lain.
Kepala KPw BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut industri film sangat relevan dengan karakter Jakarta yang didominasi anak muda.
"Industri ini (film) cocok bagi Jakarta karena 50 persen merupakan anak muda," kata Iwan.
Menurutnya, industri film punya multiplier effect yang kuat karena dampaknya menjalar ke berbagai sektor, mulai dari fesyen, kuliner, hingga transportasi. Selain itu, sektor ini juga tidak bergantung pada eksploitasi sumber daya alam, sehingga dinilai lebih berkelanjutan.
Iwan mencontohkan sejumlah kota dunia yang sukses mengembangkan industri film sebagai penggerak ekonomi, seperti Busan dan Seoul di Korea Selatan.
"Film itu memberikan multiplier effect yang luar biasa kepada sektor-sektor lain, di mana industri ini akan mengakselerasi pertumbuhan dari fesyen, makanan, transportasi dan lainnya," ujarnya.
Ia juga menambahkan, pertumbuhan digital di Jakarta yang pesat bisa jadi modal kuat untuk mengembangkan industri ini lebih jauh. Ditambah lagi, faktor pendukung seperti budaya, infrastruktur, dan keberagaman lokasi membuat Jakarta punya daya tarik tinggi bagi produksi film.
Dari sisi data, tren industri film lokal juga sedang naik. Sepanjang 2025 tercatat lebih dari 500 judul film tayang, dengan sekitar 270 di antaranya merupakan produksi dalam negeri.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mendorong kolaborasi global untuk memperkuat ekosistem perfilman. Salah satunya melalui kerja sama dengan Busan yang dikenal sebagai salah satu pusat industri film di Asia.
Langkah ini ditandai dengan kunjungan Busan Film Commission ke Balai Kota Jakarta pada April 2026. Delegasi dipimpin oleh Kang Sung Kyu yang juga menjabat sebagai Presiden Asian Film Commission Network.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Jakarta memiliki peluang besar menjadi kota sinema. Pemerintah pun tengah menyiapkan pembentukan Jakarta Film Commission untuk mempermudah sineas dalam berkarya.
Ia juga menyebut Pemprov DKI Jakarta sedang menjajaki keanggotaan dalam AFC Net guna memperluas jaringan internasional dan mempercepat pengembangan industri film di ibu kota.
Sumber: ANTARA