Emas Muda vs Emas Tua, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Emas muda dan emas tua sering disalahartikan sebagai istilah usia, padahal keduanya merujuk pada kadar atau tingkat kemurnian emas.

Emas muda umumnya memiliki kadar di bawah 70 persen atau kurang dari 17 karat. Jenis ini lebih sering digunakan untuk perhiasan karena sudah dicampur dengan logam lain seperti perak atau tembaga agar lebih kuat dan tahan untuk pemakaian sehari-hari.

Sementara itu, emas tua memiliki kadar lebih tinggi, yakni sekitar 17 hingga 24 karat, bahkan bisa mencapai 99 persen kemurnian. Karena sifatnya lebih lunak, emas tua lebih banyak dijadikan emas batangan dan digunakan sebagai instrumen investasi.

Perbedaan kadar ini juga memengaruhi harga jual. Emas tua biasanya memiliki nilai per gram lebih tinggi karena kandungan emas murninya lebih besar, sedangkan emas muda nilainya bergantung pada kadar campuran dan beratnya.

Di tengah meningkatnya aktivitas jual beli emas, layanan seperti Raja Emas Indonesia hadir dengan pendekatan transaksi yang diklaim lebih transparan. Perusahaan ini menerima berbagai jenis emas, mulai dari perhiasan, emas batangan, hingga emas tanpa surat.

Dalam proses penilaian, digunakan teknologi X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengukur kadar emas tanpa merusak barang. Harga yang ditawarkan juga disesuaikan dengan harga emas global terkini.

Selain itu, setiap transaksi tetap mengikuti aturan yang berlaku, termasuk verifikasi identitas penjual untuk menjaga keamanan dan legalitas perdagangan.

Secara umum, peningkatan literasi masyarakat tentang perbedaan emas muda dan emas tua dinilai penting agar masyarakat bisa lebih tepat dalam memilih maupun menjual emas sebagai aset, terutama di tengah kondisi harga emas yang cenderung fluktuatif namun stabil dalam jangka panjang.

Bagikan

Mungkin Kamu Suka