Rupiah Menguat Seiring Meredanya Ketegangan di Timur Tengah

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah (Rupiah Indonesia) pada Kamis pagi bergerak menguat 62 poin atau 0,36 persen menjadi Rp17.325 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.387 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah dipicu meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (Amerika Serikat) dan Iran (Iran), serta dukungan China terhadap gencatan senjata.

“Kondisi tersebut mendorong mayoritas mata uang global menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah,” katanya di Jakarta, Kamis.

Mengutip Anadolu, China (Tiongkok) menyatakan dukungan terhadap Iran di tengah konflik dengan AS, sekaligus menekankan pentingnya deeskalasi dan lanjutan proses negosiasi. Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga menegaskan bahwa penghentian permusuhan sepenuhnya sangat penting.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump (Donald Trump) menyebut pembicaraan dengan Iran dalam 24 jam terakhir berjalan sangat baik dan peluang kesepakatan dinilai sangat mungkin tercapai, meski tanpa tenggat waktu yang ditetapkan.

Josua menambahkan bahwa dukungan China terhadap gencatan senjata di Timur Tengah turut meningkatkan harapan pasar terhadap stabilitas global, sehingga memberi tekanan tambahan pada dolar AS.

Dari sisi data ekonomi, rilis ADP Employment Change AS menunjukkan kenaikan tenaga kerja yang masih di bawah ekspektasi pasar, sehingga turut menahan penguatan dolar dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka