New York City (KABARIN) - Seorang penumpang asal Amerika Serikat (AS) dari kapal pesiar Belanda yang terpapar wabah hantavirus dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut, sementara satu penumpang lainnya mengalami gejala ringan, menurut keterangan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS pada Minggu (10/5).
Seluruh 17 warga negara AS dari kapal pesiar MV Hondius sedang dibawa menuju AS melalui evakuasi udara, dengan dua di antaranya ditempatkan di dalam unit biokontainmen pesawat sebagai langkah pencegahan ekstra, kata departemen tersebut dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.
Operasi evakuasi udara tersebut akan terlebih dahulu membawa para penumpang ke Regional Emerging Special Pathogen Treatment Center (RESPTC) di University of Nebraska Medical Center/Nebraska Medicine di Omaha, Nebraska. Setelah itu, otoritas memindahkan penumpang yang mengalami gejala ringan ke RESPTC kedua di tujuan akhir mereka, menurut pernyataan tersebut.
"Setibanya di masing-masing fasilitas, setiap individu akan menjalani penilaian klinis serta mendapatkan perawatan dan dukungan yang sesuai berdasarkan kondisi mereka," kata departemen tersebut.
Per Sabtu (9/5) lalu, terdapat delapan kasus suspek yang berkaitan dengan wabah tersebut dan tiga kasus kematian, menurut data departemen.
Masa inkubasi hantavirus, mulai dari paparan pertama hingga munculnya gejala, diperkirakan memakan waktu satu hingga delapan pekan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.
Penyakit ini biasanya disebarkan oleh hewan pengerat, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, dapat menular antarmausia dan menyebabkan kematian pada lebih dari sepertiga jumlah orang yang terinfeksi.
Baca juga: WHO Perkirakan Hantavirus di Kapal Pesiar Tidak Picu Epidemi Besar
Sumber: Xinhua