Jakarta (KABARIN) - Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa vaksin measles, mumps, rubella (MMR) dapat menyebabkan autisme pada anak.
Unggahan tersebut beredar dengan narasi bahwa anak yang menerima vaksin MMR berisiko mengalami gangguan spektrum autisme, serta disertai potongan informasi dari unggahan Facebook lain yang dengan judul “MMR safe & effective”.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“VAKSIN CAMPAK RUBELLA BIKIN ANAK AUTIS”
Namun, benarkah vaksin MMR menyebabkan autisme pada anak?
Penjelasan:
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyatakan bahwa vaksin measles, mumps, rubella (MMR) dapat menyebabkan autisme pada anak. Klaim tersebut berasal dari studi lama pada 1998 yang kemudian terbukti keliru dan telah ditarik dari publikasi ilmiah.
Dilansir dari IDAI, vaksin MMR berfungsi melindungi anak dari tiga penyakit menular, yaitu campak (measles), gondong (mumps), dan rubella (campak Jerman). Penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak dicegah melalui imunisasi.
Selain itu, berbagai penelitian di Amerika dan Eropa, serta kajian dari lembaga kesehatan seperti American Academy of Pediatrics (AAP), Institute of Medicine (IOM), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dan World Health Organization (WHO), menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara vaksin MMR dan autisme.
Dengan demikian, klaim yang menyebut vaksin MMR menyebabkan autisme pada anak adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Vaksin campak sebabkan Autisme pada anak
Klaim: Hoaks
Cek fakta: Indonesia Kirim Kapal dan Jet Tempur untuk Bantu Iran, Hoaks atau Fakta?
Cek fakta: Prabowo Kerahkan Alutsista untuk Menyerang Malaysia, Hoaks atau Fakta?