Pemprov DKI Minta Warga Tak Bungkus Daging Kurban Pakai Plastik

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga dan panitia kurban agar tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai, terutama plastik hitam, untuk membungkus daging kurban saat Idul Adha nanti. Imbauan ini dilakukan demi mengurangi sampah dan pencemaran lingkungan.

Ketua Subkelompok Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, RM Aldin Praka, mengatakan penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban masih cukup tinggi setiap tahunnya.

"Jangan menggunakan kantong plastik sekali pakai, khususnya plastik hitam. Masih banyak yang menggunakan karton plastik untuk menjadi wadah daging-daging kurban, yang akhirnya menjadi timbulan sampah," kata Aldin dalam acara daring di Jakarta, Selasa.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI menyarankan penggunaan wadah yang lebih ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, atau wadah makanan guna ulang yang dibawa sendiri oleh penerima daging kurban.

"Jadi, lebih baiknya menggunakan wadah anyaman yang memang sudah disosialisasikan dari tahun kemarin, atau lebih baik menggunakan wadah sendiri untuk mengurangi dampak dari pencemaran lingkungan," tutur Aldin.

Dia juga meminta panitia pemotongan hewan kurban ikut aktif mengedukasi masyarakat soal pentingnya penggunaan kemasan ramah lingkungan saat pembagian daging.

Imbauan ini sebenarnya bukan hal baru. Pemprov DKI sebelumnya juga sudah mendorong konsep Eco Qurban sejak dua tahun terakhir.

Eco Qurban merupakan konsep pelaksanaan kurban yang mengedepankan perlindungan lingkungan hidup, termasuk pengelolaan sampah di lokasi pemotongan hewan agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Salah satu fokus dalam program tersebut adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan mengganti kemasan daging kurban menggunakan besek bambu, daun pisang, atau wadah pribadi yang bisa dipakai ulang.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka