Kebiasaan Merokok Tingkatkan Risiko Kanker Mulut, Ini Penjelasan Dokter

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Merokok disebut sebagai salah satu faktor risiko terbesar terjadinya kanker mulut yang dapat muncul di berbagai area rongga mulut hingga bagian belakang tenggorokan.

Dokter gigi kosmetik dan restoratif Yev Davydov, D.D.S menjelaskan bahwa seluruh residu dari aktivitas merokok menciptakan kondisi berbahaya bagi jaringan di dalam mulut.

"Paparan yang sering dan dalam jangka waktu lama sangat berkaitan dengan peningkatan risiko kanker mulut," ujarnya dalam siaran Eating Well, Selasa (12/5).

Asap rokok diketahui mengandung lebih dari 70 zat kimia yang bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.

Menurut dokter gigi estetik Pia Lieb, D.D.S, saat seseorang merokok, zat-zat tersebut menempel pada lidah, pipi, gusi, hingga dasar mulut dan secara bertahap merusak DNA sel.

"Sel-sel dengan DNA yang rusak mulai membelah secara abnormal, dan di situlah kanker dimulai," jelasnya.

Kebiasaan merokok juga dapat memicu peradangan kronis yang mendorong pertumbuhan sel kanker, sekaligus mengganggu fungsi normal sel sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya mutasi.

Risiko kanker mulut juga meningkat signifikan apabila konsumsi tembakau disertai alkohol. Alkohol dapat bertindak sebagai pelarut yang mempermudah masuknya zat karsinogen ke jaringan mulut dan tenggorokan.

Menghindari penggunaan tembakau maupun alkohol menjadi langkah paling efektif untuk menurunkan risiko kanker mulut.

Penghentian kebiasaan merokok juga terbukti dapat menurunkan risiko penyakit tersebut secara signifikan.

Dalam lima tahun setelah berhenti merokok, risiko kanker mulut, tenggorokan, dan kerongkongan dapat turun hingga setengahnya.

"Dalam waktu 10 hingga 20 tahun, risiko mantan perokok mendekati risiko orang yang tidak pernah merokok. Mulut memiliki kemampuan luar biasa untuk pulih setelah paparan berhenti," kata Lieb.

Selain berhenti merokok, menjaga kesehatan mulut dengan menyikat gigi secara rutin dan melakukan pemeriksaan ke dokter gigi juga penting dilakukan.

Lieb juga menambahkan bahwa vaksinasi dapat membantu mencegah infeksi HPV yang turut berkontribusi terhadap kanker mulut.

Sumber: Eating Well

Bagikan

Mungkin Kamu Suka