semuanya sudah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain, tanpa mengganggu program pembangunan yang lain
Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan seluruh program pemerintah, termasuk pengadaan alat utama sistem senjata atau alutsista hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG), sudah dihitung secara matang agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.
Menurut Purbaya, pemerintah tetap menjaga defisit anggaran di bawah tiga persen dari Produk Domestik Bruto atau PDB sesuai aturan fiskal yang berlaku.
"Dengan ini sudah kita hitung anggarannya, di bawah 3 persen defisitnya, di bawah 3 persen dari PDB," kata Purbaya usai menghadiri acara penyerahan alutsista udara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi keuangan negara karena seluruh skema pembiayaan telah dirancang dengan perhitungan yang detail.
Purbaya menjelaskan alokasi anggaran pertahanan sebenarnya sudah dipersiapkan sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk saat Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
"Jadi semuanya udah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain, tanpa mengganggu program pembangunan yang lain. Jadi kita atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam, BBM," ujar Purbaya.
Menurut dia, pengelolaan anggaran yang tepat membuat seluruh program strategis nasional tetap bisa berjalan bersamaan tanpa harus mengorbankan sektor lain.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara simbolis menyerahkan sejumlah alutsista baru kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Lanud Halim Perdanakusuma.
Beberapa alutsista yang diserahkan meliputi enam pesawat tempur Dassault Rafale, empat pesawat Dassault Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M Atlas, Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer, hingga rudal Meteor.
Pengadaan Rafale sendiri merupakan bagian dari kontrak pembelian total 42 unit yang diteken pada Februari 2022. Gelombang pertama pesawat tempur tersebut mulai tiba di Indonesia pada awal 2026.
Sementara pengadaan Falcon 8X dilakukan untuk kebutuhan angkut VVIP sebanyak empat unit. Adapun Airbus A400M Atlas MRT telah disepakati Kementerian Pertahanan sejak akhir 2021 sebagai pesawat multi-peran untuk mendukung operasional militer.
Sumber: ANTARA