Gunung Semeru Masih Berstatus Siaga, Aktivitas Vulkanik Tergolong Tinggi

waktu baca 2 menit

Lumajang, Jawa Timur (KABARIN) - Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa aktivitas Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih tergolong tinggi dalam sepekan terakhir, sehingga statusnya tetap berada pada Level III atau Siaga.

“Semeru pada periode 8-15 Mei 2026 memperlihatkan bahwa aktivitasnya masih didominasi oleh proses permukaan,” kata Lana dalam keterangan tertulis di Lumajang, Senin.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas erupsi, awan panas, serta guguran lava masih terjadi, namun tidak selalu dapat teramati secara visual akibat kondisi cuaca yang berkabut di sekitar gunung.

Menurutnya, akumulasi material hasil erupsi, termasuk aliran lava dan pembentukan kerucut skoria, berpotensi memicu guguran lava pijar maupun awan panas.

Selain itu, hasil pemantauan kegempaan menunjukkan aktivitas vulkanik Semeru masih tinggi, dengan dominasi gempa letusan, guguran, embusan, tremor harmonik, serta gempa vulkanik dalam.

Tercatat pula adanya getaran banjir yang mengindikasikan potensi aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di Semeru, terutama di jalur Besuk Kobokan.

Lana menambahkan, awan panas yang masih terjadi saat ini merupakan akibat dari ketidakstabilan material di permukaan, bukan dari aktivitas magmatik di dalam gunung.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Mei 2025, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III atau Siaga,” ujarnya.

Dengan status tersebut, pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, termasuk larangan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berisiko terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Aktivitas juga dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah puncak karena potensi bahaya lontaran batu pijar.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka