Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana keberangkatannya ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada Kamis (21/5), apabila tidak terdapat kendala.
“Kamis (21/5), kalau nggak ada halangan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan bahwa persiapan untuk menjalankan ibadah haji telah dilakukan sejak sekitar dua minggu sebelumnya, termasuk mempelajari berbagai doa yang akan dibaca selama pelaksanaan ibadah.
“Persiapan haji sudah dua minggu lalu, sudah belajar tapi doa-doanya, masih lupa juga,” ucapnya.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa dirinya akan menjalankan ibadah haji selama kurang lebih 10 hari.
“10 hari,” katanya singkat.
Sebelumnya, Purbaya masih mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah menteri bidang ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Usai rapat, Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, termasuk melalui keterlibatan aktif di pasar obligasi.
Ia menyebut pemerintah telah mulai masuk ke pasar obligasi secara bertahap dan optimistis kondisi akan lebih stabil dalam beberapa minggu ke depan.
“Kita sudah masuk ke ‘bond market’ bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” kata Menkeu.
Pemerintah juga disebut tengah menyiapkan skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund) dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia.
Terkait besaran dana, Purbaya menyebut pemerintah menargetkan aliran dana sekitar Rp2 triliun per hari ke pasar obligasi sebagai bagian dari strategi stabilisasi.
Ia menambahkan bahwa mekanisme tersebut merupakan bagian dari pengelolaan kas negara yang dinilai tidak menjadi masalah.
Perputaran dana di pasar obligasi itu diharapkan dapat meningkatkan sentimen positif, sehingga turut menarik minat investor asing untuk masuk ke pasar keuangan domestik.
Sumber: ANTARA