Jakarta (KABARIN) - Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS), General Motors (GM) kembali menghadirkan kampanye penarikan kembali (recall) terhadap 6.910 unit kendaraan karena masalah pada sistem airbag.
Menurut laporan dari CarsCoops, pada Jumat, Otoritas keselamatan jalan raya setempat memperingatkan bahwa masalah tersebut berpotensi menyebabkan cedera yang cukup serius hingga kematian.
Dalam kasus ini, recall paling serius melibatkan 4.125 unit inflator airbag pengemudi yang berisiko pecah saat mengembang dan dapat menyemburkan serpihan logam tajam ke dalam kabin kendaraan. Pemerintah AS menyebut kondisi tersebut sangat berbahaya karena serpihan logam dapat melukai pengemudi maupun penumpang.
Dalam kampanye ini, model-model yang terdampak meliputi Cadillac Escalade dan Escalade ESV tahun 2015, Cadillac XTS 2015, serta Cadillac ATS, CTS, dan SRX produksi 2015-2016.
Modul airbag tersebut diproduksi oleh ARC Automotive, pemasok yang sebelumnya juga terlibat dalam kasus recall serupa pada Hyundai.
Menurut GM ini, kasus ini murni cacat produksi dari pemasok yang dapat menyebabkan inflator pecah saat airbag mengembang.
Berdasarkan investigasi, propelan dari dua batch produksi diketahui memiliki kepadatan rendah bercak yang meningkatkan tekanan saat deployment dan berpotensi memicu ledakan inflator.
Investigasi GM dilakukan setelah perusahaan menemukan material propelan serupa pada inflator tipe lain yang sebelumnya juga memicu recall.
GM mengaku telah mengetahui satu kasus pecah di lapangan dan satu kasus saat pengujian, meskipun keduanya terkait inflator tipe berbeda.
Sebagai langkah penanganan, GM akan mengganti modul airbag pengemudi dengan unit baru yang tidak menggunakan propelan bermasalah.
Namun, perusahaan mengungkapkan solusi perbaikan permanen masih disiapkan. Surat pemberitahuan awal kepada pemilik kendaraan akan dikirim mulai Juli 2026.
Selain itu, GM juga mengumumkan recall kedua yang melibatkan 2.785 unit pikap Chevrolet Silverado dan GMC Sierra model 2018-2019. Recall ini terkait inflator airbag roof rail yang berisiko pecah atau mengalami pelepasan komponen penutup.
Jika kerusakan terjadi, gas bertekanan dapat keluar dari inflator dan melemparkan komponen logam ke dalam kabin kendaraan. Airbag tersebut diproduksi oleh Joyson Safety Systems.
GM menyebut recall ini dipicu insiden pada Chevrolet Silverado 2019 yang mengalami potensi pecah airbag sisi kanan saat kendaraan sedang terparkir dan tidak digunakan.
Investigasi menemukan kemungkinan dua cacat produksi, yakni retakan kecil pada tabung inflator dan sisa air yang tertinggal saat proses pencucian komponen, sehingga memicu korosi seiring waktu.
Dealer GM nantinya akan mengganti kedua modul airbag roof rail pada kendaraan terdampak. Pemilik kendaraan dijadwalkan mulai menerima pemberitahuan resmi pada awal Juli 2026.
Baca juga: Volkswagen Berhenti Jual Mobil Manual Mulai 2027
Sumber: ANTARA