Satu Keluarga di Temanggung Tewas, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan

waktu baca 2 menit

Dugaan sementara ada dua, yakni keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran

Temanggung (KABARIN) - Kasus meninggalnya empat orang dalam satu keluarga di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih terus diselidiki polisi. Keempat korban diduga meninggal akibat keracunan makanan atau gas hasil pembakaran saat berada di lokasi kejadian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan hasil pemeriksaan awal dari tim dokter forensik mengarah pada dua kemungkinan penyebab kematian.

“Dugaan sementara ada dua, yakni keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran,” katanya di Temanggung, Jumat.

Empat korban tersebut diketahui berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21). Mereka merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Komang menjelaskan proses autopsi telah dilakukan pada Kamis (28/5) dan selesai pada siang hari. Namun, dari empat korban, hanya jenazah AEH yang menjalani autopsi secara menyeluruh setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga.

“Korban AEH dipilih karena dianggap paling sehat dan merupakan seorang atlet,” ujarnya.

Meski begitu, hasil autopsi lengkap masih belum bisa dipastikan dalam waktu dekat. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan serta Direktorat Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Proses tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga lima hari.

Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti untuk diperiksa lebih lanjut secara forensik.

Barang bukti yang diamankan meliputi lima unit telepon seluler, satu mobil, satu kamera, satu set kompor gas portabel, hingga tungku tanah liat yang digunakan untuk pembakaran briket.

Selain itu, polisi turut menyita sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga dimasak sebelum kejadian.

“Peralatan memasak ditemukan dalam keadaan tidak menyala,” kata Komang.

Ia juga menjelaskan kompor gas portabel ditemukan berada di luar tenda atau di area teras pintu masuk. Sementara itu, kondisi pintu tenda serta ventilasi di sisi kiri dan kanan diketahui tertutup rapat.

“Hasil pemeriksaan di lokasi tidak ditemukan bekas muntahan atau tanda mencurigakan lainnya. Di dalam tenda hanya terdapat dua kasur dan kantong tidur,” ujarnya.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa empat saksi dari pihak pengelola tempat wisata guna mendalami penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka