Beirut (KABARIN) - Kelompok Hizbullah Lebanon menyatakan siap mematuhi kesepakatan gencatan senjata asalkan Israel menghentikan seluruh serangan terhadap wilayah Lebanon.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh anggota pimpinan politik Hizbullah, Mahmoud Qamati, dalam wawancara dengan stasiun televisi Al-Araby yang berbasis di Qatar pada Selasa.
Menurut Qamati, Hizbullah telah menyampaikan kepada berbagai pihak terkait bahwa mereka tidak lagi menerapkan pola serangan balasan yang sebelumnya dilakukan.
"Kami telah memberi tahu semua pihak terkait bahwa kami telah membatalkan formula pertukaran antara wilayah pinggiran selatan Beirut dengan permukiman utara [Israel]," kata Qamati.
Ia menegaskan bahwa Hizbullah mendukung gencatan senjata yang berlaku secara menyeluruh dan benar-benar dijalankan oleh kedua pihak.
Qamati juga menyebut kelompoknya telah menyetujui gencatan senjata yang nyata dan komprehensif serta siap berkomitmen terhadap kesepakatan tersebut.
Meski begitu, Hizbullah tetap menolak keberadaan apa yang mereka sebut sebagai "garis kuning" di wilayah Lebanon selatan. Menurut Qamati, kelompoknya berkomitmen untuk mempertahankan dan membebaskan seluruh wilayah Lebanon.
Ia bahkan memperingatkan bahwa Hizbullah dapat memperluas serangan ke wilayah yang lebih dalam di Israel apabila serangan militer terhadap Lebanon terus berlanjut, termasuk pemboman di kawasan pinggiran Beirut.
Ketegangan kembali meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin memerintahkan serangan terhadap sejumlah target Hizbullah di pinggiran Beirut.
Langkah tersebut mendapat kecaman dari Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menilai serangan itu merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan.
Di hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata setelah berlangsungnya pembicaraan dengan Netanyahu dan para pejabat Hizbullah.
Namun, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya mereda. Sehari setelah pengumuman tersebut, militer Israel dilaporkan masih melancarkan serangan ke sejumlah kota di wilayah selatan Lebanon.
Perkembangan ini membuat masa depan gencatan senjata masih menjadi sorotan, di tengah harapan komunitas internasional agar konflik yang telah menimbulkan korban dan kerusakan di kedua pihak dapat segera berakhir.
Baca juga: Hizbullah Disebut Siap Lakukan Gencatan Senjata Penuh dengan Israel
Baca juga: Turkiye Sebut Harapan Kesepakatan AS-Iran Masih Ada
Sumber: SPU