Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG akan kembali menguat seiring kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih solid.
Ia mengatakan tidak menetapkan target khusus untuk level IHSG tahun ini, namun meyakini arah pergerakan pasar akan kembali positif.
"Saya yakin (IHSG) akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.
Purbaya menjelaskan sejumlah indikator ekonomi masih menunjukkan kinerja yang baik, salah satunya inflasi Mei 2026 yang tercatat sebesar 3,08 persen secara tahunan, masih berada dalam target Bank Indonesia.
Menurutnya, tekanan pada pasar saham saat ini lebih dipicu kekhawatiran jangka pendek akibat sentimen negatif di dalam negeri, bukan karena pelemahan fundamental ekonomi.
Ia juga menyoroti daya beli masyarakat yang dinilai masih kuat, tercermin dari tingginya aktivitas ekonomi di berbagai daerah serta meningkatnya konsumsi pada sektor jasa seperti hiburan dan perhotelan.
Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak hingga 30 April 2026 mencapai Rp646,3 triliun, tumbuh 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Jangan takut. Fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, nggak ada masalah," ujar Purbaya.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan Rabu ditutup melemah 4,11 persen ke level 5.941,07, dengan indeks LQ45 juga turun hampir 5 persen.
Sejumlah analis menilai tekanan pasar dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap tata kelola dan kredibilitas kebijakan, pelemahan rupiah, keluarnya dana asing, hingga risiko komunikasi kebijakan di mata investor global.
Meski demikian, pemerintah menegaskan akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan sentimen pasar agar tetap kondusif di tengah fluktuasi jangka pendek tersebut.
Sumber: ANTARA