Ajari Anak Kelola Uang Sejak Dini, Ini Manfaatnya

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Perencana keuangan Aliyah Natasya menyarankan para orang tua untuk membekali anak dengan literasi keuangan, membantu anak membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat sejak dini.

Pendiri DNA Finance Indonesia itu mengatakan, pendidikan keuangan dalam keluarga bisa membantu anak memahami nilai uang, membangun kebiasaan menabung, serta menghargai upaya orang tua dalam memenuhi kebutuhan mereka.

"Ini investasi jangka panjang yang sering diremehkan," kata peraih gelar MSc bidang daya saing ekonomi dan bisnis internasional dari University of Birmingham itu kepada ANTARA pada Jumat.

Dia menyarankan orang tua menggunakan pendekatan yang sesuai dengan usia anak dalam menyampaikan informasi mengenai keuangan kepada anak.

Pada anak yang masih kecil, orang tua dapat mengenalkan konsep uang jajan, menabung, serta beda kebutuhan dengan keinginan.

Anak yang lebih besar bisa diajari memahami gambaran umum tentang anggaran pendidikan, termasuk biaya-biaya yang wajib dibayar selama menempuh pendidikan.

Dengan menerapkan prinsip keterbukaan yang proporsional, menurut dia, orang tua dapat membantu anak memahami bahwa pendidikan merupakan investasi yang membutuhkan perencanaan dan komitmen keuangan jangka panjang dari keluarga.

Selain bisa meningkatkan kesadaran finansial, Aliyah mengatakan, pelibatan anak dalam pembahasan keuangan dapat mendorong mereka untuk lebih bertanggung jawab dalam menggunakan uang serta membuat keputusan konsumsi.

"Anak yang tumbuh dengan kesadaran finansial akan lebih menghargai investasi yang diberikan orang tua dan lebih siap menghadapi realitas finansial di masa dewasa," katanya.

Aliyah mengatakan bahwa pendidikan keuangan sebaiknya menjadi bagian dari kebiasaan keluarga, kegiatan yang dilakukan secara konsisten dalam keluarga, bukan hanya ketika keluarga harus memenuhi banyak kebutuhan dan menghadapi tekanan ekonomi.

Menurut Aliyah, pendidikan pengelolaan keuangan sejak usia dini dalam keluarga dapat membantu anak membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat ketika memasuki usia produktif.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka