Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor Dihadiri Ribuan Umat

waktu baca 2 menit

Di Gontor semua untuk pendidikan. Tidak ada satu detik yang tidak untuk mendidik. Seratus tahun Gontor bukan perayaan, tetapi peringatan agar kita terus mengingat perjuangan dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri.

Ponorogo, Jawa Timur (KABARIN) - Ribuan umat memadati Lapangan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (8/6) malam, dalam Tabligh Akbar rangkaian peringatan 100 Tahun Gontor.

Kegiatan yang menghadirkan sejumlah dai nasional, yakni Ustaz Abdul Somad, Ustaz Das'ad Latif, Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar, dan Ustaz Luqmanulhakim itu, menjadi momentum refleksi perjalanan satu abad Gontor sekaligus penguatan nilai-nilai pendidikan dan dakwah yang diwariskan pondok kepada umat.

Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal mengatakan, peringatan 100 Tahun Gontor bukan sekadar perayaan, melainkan sarana mengenang perjuangan para pendiri pondok serta mensyukuri perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut.

"Di Gontor semua untuk pendidikan. Tidak ada satu detik yang tidak untuk mendidik. Seratus tahun Gontor bukan perayaan, tetapi peringatan agar kita terus mengingat perjuangan dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri," katanya.

Menurut Hasan, berbagai capaian yang diraih Gontor selama satu abad harus menjadi bekal untuk melanjutkan perjuangan pendidikan dan pengabdian kepada umat pada masa mendatang.

"Menegakkan dan menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan harus terus dilanjutkan agar Gontor semakin bermanfaat bagi umat dan bangsa," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ustaz Luqmanulhakim yang merupakan alumni Gontor mengajak para lulusan untuk tetap menjaga hubungan dengan pondok dan para kiai sebagai sumber keberkahan dalam kehidupan.

"Ketika sudah lulus, jangan lupa kembali ke pondok dan meminta ridha para kiai," katanya.

Sementara itu, Ustaz Das'ad Latif menilai Gontor telah berhasil menjadi lembaga pendidikan Islam yang diterima di berbagai kalangan dan daerah.

"Harapan saya Gontor tetap menjadi pondok modern yang mampu diterima di mana saja dan memberi manfaat bagi siapa saja," katanya.

Pada sesi penutup, Ustaz Abdul Somad mengajak jamaah mensyukuri keberadaan Gontor yang selama satu abad telah melahirkan banyak tokoh dan sumber daya manusia yang berkiprah di berbagai bidang.

Ia menilai keberhasilan Gontor tidak terlepas dari sistem pendidikan yang memadukan penguatan akidah, penguasaan bahasa, kepemimpinan, organisasi, dan pembentukan karakter.

"Semoga Allah memperbanyak pondok seperti Pondok Modern Darussalam Gontor yang terus melahirkan orang-orang baik untuk umat dan bangsa," katanya.

Tabligh Akbar yang berlangsung hingga malam hari itu diikuti ribuan santri, alumni, guru, dan masyarakat dari berbagai daerah.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Gontor yang akan mencapai puncaknya pada September 2026.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka