Amran Gencarkan SPHP Jagung Pakan, Pemerintah Dorong Stabilitas Usaha Peternak

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memperkuat penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP jagung pakan sebagai upaya melindungi peternak dan menjaga keberlanjutan usaha peternakan nasional.

"Kami juga sudah memberikan SPHP (jagung). Itu (stok) jagung dari Bulog. Pokoknya jiwa ragaku untuk peternak petelur Indonesia," kata Amran dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Amran menilai sektor peternakan ayam petelur di dalam negeri patut diapresiasi karena mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional bahkan menghasilkan surplus hingga membuka peluang ekspor ke sejumlah negara.

Karena itu, pemerintah disebut memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan usaha peternak ayam ras, salah satunya melalui program SPHP jagung pakan yang dijalankan Perum Bulog sejak 9 Mei lalu.

"Aku apresiasi. Aku bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa. (Mencatat) surplus bahkan ekspor ke negara lain," ucap Amran.

Program SPHP jagung pakan tersebut menjadi salah satu langkah untuk menekan biaya produksi peternak dengan memanfaatkan stok jagung dari Cadangan Jagung Pemerintah yang berasal dari produksi dalam negeri.

Dalam pelaksanaannya, penyaluran program SPHP jagung pakan tahun 2026 yang dimulai sejak 9 Mei telah mencapai 34,1 ribu ton atau sekitar 16,01 persen dari total target 213,2 ribu ton per 8 Juni atau setelah satu bulan berjalan.

Amran juga menyebut masih terdapat sisa alokasi sekitar 28,8 ribu ton yang belum tersalurkan kepada peternak penerima manfaat dan saat ini tengah dalam proses pendataan serta pengaturan lebih lanjut bersama Kementerian Pertanian.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp678 miliar untuk mendukung program SPHP jagung pakan tahun ini dengan total target penyaluran mencapai 242 ribu ton yang direncanakan berlangsung hingga akhir 2026.

Program ini menyasar lebih dari 5 ribu peternak skala mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi dengan populasi unggas mencapai sekitar 53 juta ekor.

Untuk harga, pemerintah menetapkan jagung pakan SPHP di kisaran Rp5.000 per kilogram jika diambil di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.

Penyaluran dilakukan melalui koperasi atau asosiasi peternak yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian agar distribusi lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Ketua Umum Pinsar Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah yang membantu peternak, termasuk perluasan penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis.

Meski demikian, ia mengakui harga telur di tingkat peternak masih belum sepenuhnya stabil dan masih menjadi tantangan di tengah kenaikan biaya pakan akibat kondisi global.

Pemerintah memastikan akan terus mengupayakan stabilitas harga dan memperkuat intervensi pasar melalui program SPHP jagung pakan agar beban peternak dapat ditekan dan usaha tetap berjalan berkelanjutan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka