China (KABARIN) - Seiring semakin pesatnya adopsi kendaraan energi baru (New Energy Vehicles/NEV), China akan mulai menerapkan dua standar nasional wajib utama pada 1 Juli 2026 untuk mengatasi berbagai masalah keselamatan yang krusial.
Laman Carnewschina, Selasa (16/6) waktu setempat melaporkan, dua standar tersebut yaitu Safety Requirements for Electric Vehicles (GB18384—2025) dan Safety Requirements for Power Batteries for Electric Vehicles (GB38031—2025), dirancang untuk mencakup keselamatan pada tingkat kendaraan maupun tingkat baterai.
Standar kendaraan yang baru memperkenalkan mekanisme pemutus daya fisik wajib dengan sistem “satu sentuhan” (one-touch power-off).
Fitur ini menggantikan metode sebelumnya yang bergantung pada perangkat lunak, sehingga pengemudi dapat memutus rangkaian tegangan tinggi dari sistem penyimpanan energi secara fisik hanya dengan satu tindakan. Langkah ini meningkatkan keandalan dan efisiensi proses penyelamatan dalam keadaan darurat.
Standar baterai yang baru juga meningkatkan persyaratan keselamatan secara signifikan. Pembaruan utamanya meliputi keselamatan termal, integritas struktural, dan daya tahan.
Untuk keselamatan termal, persyaratan berubah dari sekadar memberikan peringatan kejadian termal 5 menit sebelum terjadi kebakaran atau ledakan menjadi memastikan tidak terjadi kebakaran maupun ledakan sama sekali, sambil tetap mewajibkan adanya sinyal peringatan. Selain itu, asap yang dihasilkan tidak boleh membahayakan penumpang.
Integritas struktural, diperkenalkan uji benturan dari bagian bawah kendaraan untuk mengevaluasi kemampuan perlindungan baterai terhadap tabrakan yang mengenai bagian bawah kendaraan.
Aspek daya tahan juga ditambahkan uji keselamatan baru setelah 300 siklus pengisian cepat. Dalam pengujian hubung singkat eksternal yang dilakukan setelahnya, baterai harus tetap tidak mengalami kebakaran maupun ledakan.
Para ahli menilai standar ini akan mempercepat konsolidasi industri dengan menguntungkan produsen yang mematuhi aturan serta menekan persaingan tidak sehat yang mengandalkan produk berkualitas rendah dengan harga murah.
Dr. Han Guangshuai dari Universitas Tongji mengatakan bahwa regulasi ini juga akan menyediakan tolok ukur yang lebih baik untuk penilaian kendaraan bekas serta mengurangi kekhawatiran industri asuransi. Hal ini berpotensi menyelesaikan masalah premi yang tinggi maupun kesulitan dalam mengasuransikan NEV bekas.
Wu Kai, akademisi dari Akademi Teknik China (Chinese Academy of Engineering) sekaligus Kepala Ilmuwan CATL, mengatakan dalam Forum Tenaga Peralatan 2026 bahwa setelah standar ini diterapkan sepenuhnya, tingkat kebakaran spontan pada NEV di China diperkirakan akan menjadi satu orde magnitudo lebih rendah dibandingkan kendaraan tradisional bermesin pembakaran internal.
Produsen terkemuka telah mulai menyesuaikan diri dengan persyaratan tersebut. CATL melaporkan bahwa seluruh lini produk baterai kendaraan penumpang dan kendaraan komersial yang telah diproduksi massal berhasil lulus pengujian standar nasional baru pada Mei 2025.
Sementara itu, BYD mengonfirmasi bahwa Blade Battery generasi keduanya juga telah lulus standar baru tersebut dengan kinerja yang melampaui persyaratan wajib.
Meskipun para analis industri memperkirakan standar baru ini dapat meningkatkan biaya baterai kendaraan listrik, yang berpotensi memengaruhi harga model-model baru yang diluncurkan setelah Juli, harga ritel akhir tetap akan bergantung pada strategi pengendalian biaya dan penetapan harga masing-masing produsen otomotif.
Ke depan, berbagai lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi serta Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar, terus mengoordinasikan upaya penyempurnaan standar keselamatan.
Salah satu langkah terbaru adalah penerbitan standar Fire Detectors for Vehicles (GB47497—2026), yang berfokus pada peringatan dini terhadap kondisi thermal runaway pada baterai kendaraan listrik.
Sumber: Car News China