Oto

Otak Robotaxi Waymo Belum Bisa Kenali Objek dan Jalanan yang Ditutup

waktu baca 2 menit

Amerika Serikat (KABARIN) - Di balik berbagai janji teknologi kendaraan otonom, sistem ini masih melakukan kesalahan yang kemungkinan besar tidak akan dilakukan oleh 99 persen pengemudi manusia.

Bukti terbarunya adalah keputusan Waymo untuk menarik kembali ribuan robotaxi di Amerika Serikat (AS) setelah menemukan masalah perangkat lunak yang dapat menyebabkan kendaraan memasuki area konstruksi atau menabrak perangkat pengatur lalu lintas sementara.

Laman Carscoops, Jumat waktu setempat melaporkan, penarikan ini mencakup lebih dari 3.800 kendaraan dan berfokus pada sistem mengemudi otonom generasi kelima (5th Generation Automated Driving System/ADS) milik Waymo, bukan karena adanya cacat pada perangkat keras.

Dalam kondisi jalan tertentu yang umum ditemukan di area konstruksi, taksi otomatis yang dapat beroperasi sendiri tanpa sopir tersebut berpotensi menerobos penghalang, gerbang, rantai, atau objek lain yang digunakan untuk mengalihkan arus lalu lintas.

Solusi yang dilakukan Waymo adalah mendistribusikan pembaruan perangkat lunak untuk mengatasi masalah tersebut di seluruh armada kendaraannya.

Karena seluruh kendaraan yang terdampak dimiliki langsung oleh perusahaan, tidak ada unit yang diperkirakan akan luput dari pembaruan tersebut.

Kasus ini kembali mengingatkan bahwa teknologi kendaraan otonom masih dalam tahap pengembangan. Peristiwa ini juga menjadi alasan lain untuk mempertimbangkan mengapa industri begitu bersemangat menggantikan pengemudi taksi manusia, yang pada umumnya telah berhasil menghindari tabrakan dengan area konstruksi selama lebih dari 100 tahun terakhir.

Penarikan terbaru ini terjadi tidak lama setelah Waymo menghadapi masalah yang sama sekali berbeda. Awal tahun ini, perusahaan menghentikan sementara layanan di beberapa kota setelah robotaxi berulang kali menerobos jalan yang tergenang banjir.

Bahkan, satu kendaraan sempat terjebak hampir satu jam di tengah genangan banjir di Atlanta sebelum kondisi memungkinkan seorang operator manusia turun tangan.

Meski kedua insiden tersebut tidak menyebabkan kegagalan besar seperti yang sering dikhawatirkan para pengkritik teknologi kendaraan otonom, kasus-kasus ini menyoroti tantangan yang terus berulang.

Sistem otonom umumnya bekerja sangat baik ketika kondisi jalan sesuai dengan yang telah dipelajari atau diperkirakan sebelumnya. Masalah muncul ketika kondisi jalan berubah secara mendadak dan tidak lagi sama seperti sebelumnya.

Hal ini menjadi semakin relevan ketika persaingan layanan robotaxi semakin intensif. Di saat Waymo masih menangani penarikan kendaraan dan pembaruan perangkat lunak, para pesaingnya terus melangkah maju.

Baru-baru ini, Uber mengumumkan kemitraan dengan Stellantis dan Wayve untuk menghadirkan layanan transportasi otonom skala besar menggunakan kendaraan yang dirancang khusus untuk tujuan tersebut.

Baca juga: Senator AS Minta Bukti Soal Klaim FSD Tesla 10 Kali Lebih Aman dari Manusia

Sumber: Carscoops

Bagikan

Mungkin Kamu Suka