Amerika Serikat (KABARIN) - CEO baru Toyota, Kenta Kon, mengakui bahwa perusahaanya kini memiliki terlalu banyak model mobil, dan ia ingin mengatasi kondisi tersebut dan mengubah perusahaan menjadi produsen otomotif yang lebih ramping serta lebih menguntungkan.
"Jika Anda mengunjungi divisi pengembangan, Anda akan melihat masalah seperti semakin banyaknya spesifikasi dan varian berbeda yang dibuat, yang pada akhirnya mendorong kenaikan biaya," kata dia dikutip laman warta otomotif Amerika Serikat (AS), Carscoops, Jumat, waktu setempat.
Jajaran produk Toyota terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir dan kini perusahaan menawarkan jumlah varian yang sangat banyak. Sebagai contoh, Toyota memiliki 12 versi untuk model 4Runner dan 10 varian untuk Grand Highlander.
Meski beragam pilihan sering dianggap sebagai nilai tambah, Kenta Kon mengisyaratkan bahwa perusahaan perlu meninjau kembali produk-produk yang tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap keuntungan.
Menurut laporan tersebut, langkah ini merupakan bagian dari evaluasi yang lebih luas dan pada dasarnya semua opsi masih terbuka untuk ditinjau.
Sejak program restrukturisasi diumumkan pada Mei lalu, Toyota telah membatalkan rencana menghadirkan versi produksi dari konsep Lexus LF-ZC. Sedan listrik yang sebelumnya dikabarkan akan meluncur pada 2027 itu dibatalkan karena berbagai pertimbangan, termasuk perkiraan permintaan pasar yang rendah.
Meski masih terlalu dini untuk mengetahui model apa saja yang akan dihentikan, tidak sulit untuk menyusun daftar kandidat yang berpotensi terkena pemangkasan.
Toyota Mirai misalnya, saat ini dinilai lebih sebagai proyek prestise dibanding produk yang sukses secara komersial. Tahun lalu, Toyota hanya menjual 210 unit Mirai di AS.
Sebagai perbandingan, diler Toyota berhasil menjual 576 unit Toyota GR86 hanya dalam satu bulan, yakni Desember.
Model Toyota Crown juga belum berhasil menarik minat konsumen Amerika meskipun mencoba menggabungkan karakteristik crossover dan sedan. Penjualannya turun lebih dari 37 persen tahun lalu menjadi 12.309 unit.
Toyota dinilai dapat mengarahkan calon pembeli Crown ke model Toyota Camry atau Lexus ES.
Menariknya, penjualan Toyota Crown Signia justru menunjukkan peningkatan. Penjualannya lebih dari dua kali lipat menjadi 20.550 unit.
Meski merupakan kabar baik, angka tersebut masih jauh di bawah penjualan Toyota Venza yang mencapai 32.086 unit pada 2024.
Selain itu, Toyota juga memiliki terlalu banyak varian untuk model Toyota Tundra, padahal perusahaan hanya menjual sekitar 150.000 unit per tahun. Secara khusus, Tundra tersedia dalam 10 varian berbeda serta empat konfigurasi bak dan kabin.
Jumlah tersebut dinilai berlebihan, terutama karena Toyota menawarkan empat varian mewah yang terdiri atas Limited, Platinum, Capstone, dan 1794 Edition.
Sumber: Carscoops