Oto

Renault Segarkan Megane E-Tech Electric 2026, Jarak Tempuh Tembus 500 Km

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Produsen otomotif asal Prancis, Renault, memperkenalkan Megane E-Tech Electric 2026 dengan sejumlah pembaruan pada desain, teknologi, dan fitur konektivitas, serta menawarkan jarak tempuh hingga 500 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Dikutip dari Auto Hindustan Times, Selasa (23/6), model Megane E-Tech Electric yang pertama kali meluncur pada 2022 itu kini hadir dengan penyegaran untuk memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik.

Pada bagian eksterior, Renault melakukan ubahan di area depan, termasuk penggunaan bumper berwarna senada bodi yang lebih menonjol, lampu khas baru dengan delapan elemen berbentuk berlian, serta grille tertutup berlapis warna hitam mengilap yang mengikuti identitas desain terbaru pabrikan tersebut.

Pabrikan juga memperbarui posisi logo dan desain lampu siang hari (daytime running lights/DRL). Meski begitu, Megane E-Tech Electric tetap mempertahankan karakter desain utamanya, seperti jarak sumbu roda yang panjang, lengkungan roda tegas, gagang pintu rata, dan garis atap bergaya coupe.

Renault kini menyederhanakan pilihan varian menjadi dua tipe, yakni Techno dan Esprit Alpine. Khusus varian Esprit Alpine, Renault memberikan sentuhan lebih sporty melalui penggunaan velg alloy 20 inci eksklusif dan sejumlah peningkatan pada kabin.

Dari sisi performa, Megane E-Tech Electric 2026 dibekali baterai lithium besi fosfat (LFP) berkapasitas 67 kWh dengan teknologi cell-to-pack. Baterai tersebut memasok tenaga ke motor sinkron rotor belitan yang menghasilkan daya 216,9 bhp dan torsi 300 Nm.

Mobil listrik ini diklaim mampu menempuh jarak sekitar 500 kilometer. Renault juga meningkatkan kemampuan pengisian cepat DC yang memungkinkan baterai terisi dari 15 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 24 menit dengan daya hingga 165 kW.

Pada sektor teknologi, Megane E-Tech Electric hadir dengan panel instrumen digital 12,3 inci, layar sentuh multimedia 12 inci, sistem navigasi, asisten suara, layanan konektivitas, integrasi Google Gemini AI, teknologi pengenalan pengemudi, mode berkendara pintar, hingga pengisian daya nirkabel Qi2.

Renault turut menyematkan fitur mengemudi satu pedal yang dipadukan dengan beberapa tingkat pengereman regeneratif guna meningkatkan efisiensi energi selama perjalanan.

Untuk keselamatan, kendaraan ini dilengkapi lebih dari 30 fitur bantuan pengemudi, termasuk adaptive cruise control cerdas, bantuan berhenti darurat, sistem berkendara hemat energi, serta fitur pelatihan keselamatan yang dapat dipersonalisasi.

Melalui aplikasi My Renault, pengguna dapat memantau pengisian daya dari jarak jauh, mengatur suhu kabin sebelum berkendara, merencanakan rute perjalanan, hingga menemukan lokasi stasiun pengisian daya terdekat.

Megane E-Tech Electric diproduksi di kompleks Ampere ElectriCity, Douai, Prancis, sementara motor listriknya dibuat di pabrik Cléon, Normandia. Renault menyatakan pembaruan pada model ini bertujuan meningkatkan kemudahan penggunaan kendaraan listrik bagi konsumen.

Sumber: Auto Hindustan Times

Bagikan

Mungkin Kamu Suka