Jakarta (KABARIN) - Pemerintah resmi menerapkan penggunaan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Bahan bakar ini merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen solar yang kini mulai digunakan di berbagai sektor.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai peralihan dari B40 ke B50 tidak akan memberikan perubahan besar pada kendaraan diesel yang selama ini sudah menggunakan B40.
"Karena Indonesia sudah menerapkan B40 lebih dari setahun, efek pelarut biodiesel B50 dalam membersihkan endapan lama di tangki dan saluran sudah jauh berkurang," kata Yannes.
Menurutnya, mesin diesel yang telah beradaptasi dengan B40 tidak perlu lagi mengalami proses pembersihan endapan bahan bakar secara besar-besaran saat mulai menggunakan B50.
Selain itu, penggunaan B50 juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu menghasilkan emisi karbon monoksida dan asap yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar dengan kandungan biodiesel yang lebih sedikit.
"Dari sisi emisi, B50 masih lebih baik karena menghasilkan karbon monoksida dan asap yang lebih rendah, tapi, walau tidak signifikan, B50 sedikit lebih boros karena nilai kalornya lebih rendah," ujarnya.
Meski begitu, Yannes menegaskan penurunan efisiensi tersebut tidak terlalu terasa selama kendaraan dirawat dengan baik.
"Namun, secara keseluruhan, B50 tidak jauh berbeda performanya dengan B40 bagi kendaraan yang sudah terawat baik," tambahnya.
Ia juga mengatakan pemilik kendaraan diesel tidak perlu mengubah pola perawatan secara drastis saat beralih ke B50. Penggantian filter bahan bakar tetap mengikuti jadwal yang direkomendasikan pabrikan, meski kendaraan yang sudah berusia tua sebaiknya menjalani penggantian filter lebih sering.
Yannes turut mengingatkan agar pemilik kendaraan rutin memeriksa kondisi seal dan komponen berbahan karet karena karakter B50 sedikit lebih agresif dibandingkan campuran biodiesel sebelumnya.
Selain itu, kebersihan tangki bahan bakar perlu dijaga, B50 tidak disarankan disimpan terlalu lama, dan servis berkala di bengkel yang memahami karakteristik biodiesel tetap penting dilakukan.
"Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal," katanya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia memastikan implementasi B50 siap diterapkan secara serentak di seluruh sektor.
Uji coba penggunaan bahan bakar tersebut juga telah dilakukan pada berbagai kendaraan dan peralatan, mulai dari kapal, kereta api, kendaraan tambang, alat berat, hingga mesin pertanian.
Sumber: ANTARA