Jakarta (KABARIN) - Toyota menghentikan produksi GR Supra, sejak Maret lalu, namun, penjualan sedan sport ikonik ini justru melonjak drastis, sementara saudara kandungnya yang masih diproduksi, GR86, terlihat kurang diminati.
Laman Carscoops, Kamis (2/7) waktu setempat, melaporkan bahwa selama enam bulan pertama 2026, Toyota mengirimkan 2.116 unit Supra di Amerika Serikat (AS), angka tersebut naik 71,9 persen dibandingkan 1.231 unit yang terjual pada periode yang sama tahun lalu.
Penjualan pada Juni juga mencatat hasil yang mengesankan, dengan kenaikan 45,8 persen menjadi 449 unit.
Produksi GR Supra di pabrik Graz, Austria, berakhir pada musim semi tahun ini. Akibatnya, para pembeli kini berlomba mendapatkan stok yang masih tersisa sebelum mobil tersebut benar-benar habis dari pasaran.
GR86 menunjukkan kondisi yang sangat berbeda. Meski dibanderol dengan harga jauh lebih murah dibandingkan Supra dan masih diproduksi, sehingga konsumen tetap bisa memesan sesuai spesifikasi yang diinginkan, model ini terus kehilangan momentum.
Sepanjang tahun hingga saat ini, pengiriman GR86 turun 26,2 persen menjadi 4.007 unit. Sementara itu, penjualan pada Juni kembali melemah 6,8 persen menjadi 754 unit.
Secara keseluruhan, kinerja Toyota jauh lebih baik. Merek Toyota mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 11,2 persen pada Juni dan naik 1,5 persen sepanjang tahun hingga saat ini.
Kendaraan elektrifikasi menyumbang lebih dari 57 persen dari seluruh penjualan Toyota Motor North America (TMNA) selama Juni. Perusahaan juga mencatat bulan terbaik sepanjang sejarah untuk RAV4 Hybrid serta rekor penjualan tertinggi Lexus pada bulan Juni.
Meski demikian, secara kumulatif sepanjang tahun, penjualan Lexus masih turun 5,2 persen.
Di jajaran produk lainnya, terdapat sejumlah model yang mencatat hasil positif maupun negatif. Prius masih menghadapi kesulitan. Penjualannya turun 42,3 persen sepanjang tahun hingga saat ini, meskipun pada Juni sempat meningkat 9,4 persen.
RAV4 versi reguler atau non-hybrid mencatat penurunan 35,7 persen tahun ini. Namun, kondisi tersebut lebih disebabkan terbatasnya ketersediaan unit daripada rendahnya permintaan. Sementara itu, Land Cruiser mengalami penurunan penjualan sebesar 40 persen.
Di sisi lain, Highlander Hybrid mencatat kenaikan 48,9 persen sepanjang tahun hingga saat ini. Penjualan 4Runner melonjak hingga 141 persen, sedangkan Camry terus mempertahankan tren positif dengan kenaikan 15,3 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa konsumen di Amerika Serikat masih menyukai sedan yang praktis, terutama jika mobil tersebut menggunakan logo Toyota yang identik dengan keandalan dan dapat dipercaya.
Sumber: Carscoops